Random Artikel

Memuat...

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Guru Dipusaran Covid 19

On 10.32


Munculnya virus Covid-19  akhir Desember 2019 lalu, yang kemudian mengejutkan seluruh dunia, tak terkecuali di institusi pendidikan, dampak yang ditimbulkan oleh Covid 19 ini meluluh-lantakan semua sistem yang normal yang telah dibangun selama ini. Sungguh ini kejadian yang sangat luar biasa, dan menurut penulis semenjak lahir sampai wabah ini terjadi, belum pernah dialami sebelumnya. Semua terkejut. Dan berespon untuk mencegah, menanggulangi serta mengantisipasinya.
           Walaupun demikian, hal ini membawa beragam hikmah khususnya bagi dunia pendidikan. Pembelajaran daring (secara online) yang jarang ataupun mungkin di sebagain institusi pendidikan, belum pernah dilakukan, sekarang melakukannya.
           Saya mengutip apa yang dikatakan pak Nadiem, Menteri Pendidikan kita berkaitan dengan hal ini: “Untuk pertama kali, guru-guru mengajar lewat online, menggunakan tools baru dan menyadari bahwa pembelajaran bisa terjadi di manapun," kata Nadiem dalam konferensi pers 'Belajar dari Covid-19' yang ditayangkan BNPB, Sabtu (2/5/2020). Selain itu, pak Nadiem mengatakan, masa-masa ini juga menyadarkan para orangtua siswa tentang peran seorang guru dalam mengajar. "Orangtua untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru, betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif dan menimbulkan empati kepada para guru yang mungkin sebelumnya belum ada," tutur Nadiem. Ia pun mengingatkan bahwa pendidikan yang efektif tak akan berhasil tanpa peran guru, orangtua, dan siswa itu sendiri. Nadiem menuturkan, guru, orangtua, dan siswa harus bekerja sama demi mencapai tujuan pendidikan yang efektif. "Guru, siswa, dan orangtua menyadari bahwa pendidikan bukan hanya hal yang dilakukan di sekolah. Pendidikan yang efektif membutuhkan kolaborasi efektif dari tiga pihak ini," ucapnya.(sumber:https://nasional.kompas.com/read/2020/05/02/17265601/mendikbud-krisis-covid-19-menyadarkan-bahwa-belajar-bisa-di-mana-saja)
Guru memiliki tugas yang mulia, karena guru adalah ujung tombak generasi dari tunas-tunas bangsa, gurulah yang pertama mengukir akan dijadikan apa generasi yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Diperlukan selalu untuk kita terus menuangkan dan mengimplementasikan ide-ide pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan kepada anak-anak didik kita. Ijinkan saya kembali mengutip dari serang tokoh ilmuwan, Albert Einstein:” Seni tertinggi seorang guru adalah untuk membangkitkan kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan”.
Kebahagian seorang guru ketika melihat anak didiknya menerima pembelajaran dengan baik dan berhasil dalam mencapai tujuan dan cita-cita yang ingin diraihnya. Tuhan Yang Maha Melihat perbuatan baik yang sudah dan sedang kita kerjakan untuk mencerdaskan anak bangsa, tentunya akan membalas dan memberkati setiap yang kita lakukan dengan hati yang tulus dan penuh pengabdian, amin.


Artikel terkait:



Salam,

Sukses Selalu




Photobucket

Bersedia Belajar

Reuni Alumni

On 23.01

Menyempatkan waktu di tengah kesibukan kita masing-masing untuk menghadiri acara reuni ini. Reuni ini mungkin masih sangat terbatas untuk angkatan kita saja. Itupun beberapa diantara alumni yang diberitahu tentang acara ini, diajak dan diundang sebagian tidak bisa hadir. Mungkin jika Tuhan kehendaki, di tahun-tahun mendatang  kita dapat melaksanakan reuni seperti ini lagi…

Berlalunya waktu, banyak hal yang berubah tentang teman, sahabat yang dulu bersama-sama beribadah di GBT Kedung Gede. Banyak  kenangan yang masih teringat di masa-masa lalu, biarlah kita mengambil hal yang baik/positifnya dari kenangan mamasa lalu kita semua.

Mengapa kita harus reuni? Itu karena kita pernah berkumpul bersama, dan kita ingin kesan itu kembali hadir di kekinian. Menarik masa lalu ke dalam masa kini, dan itu semakin menyadarkan betapa banyak hal yang berubah pada diri kita masing-masing. Butuh sedikit waktu untuk mengembalikan ingatan masa lalu, dan karena itu kita perlu membaur dan saling membantu mengingatkan hal-hal kecil yang dapat membuka ingatan tentang banyak hal. Salah satu tujuan reuni membangkitkan kenangan yang baik untuk menyongsong masa depan kita masing-masing berjalan sesuai dengan rencana dan kehendakNya. Biarlah nama Tuhan selalu ada dalam hidup kita, dan selalu kita utamakan dan junjung tinggi.

Doa kita bersama, reuni ini dengan mengusung tema: Kasih Yang Mempersatukan, oleh kasiNya, kita selalu dipersatukan Tuhan sebagai teman, saudara dan kerabat untuk membawa kemuliaan namaNya.

Guru Lama - Guru Baru

On 02.01

Guru

S ambil ngobrol asik nyemil makanan ringan, pada waktu siang hari selesai mengajar. Seorang rekan kerja tiba-tiba masuk topik pembicaraan yang sedikit menurut penulis agak “sensitive”.  Bukan lagi membicarakan topic trending tweeter yang sedang heboh hari ini, bukan juga topik politik yang semakin hangat akhir-akhir ini, melainkan menyoal tentang guru-guru yang statusnya sudah lama bekerja di satu lembaga pendidikan. Beragam pendapat ke sana kemari obrolan tersebut. Kesimpulan obrolan siang hari tersebut:

Pengaruh Seorang Guru

On 06.50

guru


G uru adalah sosok pribadi yang digugu dan ditiru oleh anak didiknya...Penulis pada usia yang masih belia, masih ingat kenangan masa lalu, pada waktu itu di usia kelas 1 SMP, ada seorang pribadi guru yang sangat berkesan di hati. Ia sangat berwibawa di mata anak-anak didiknya. Ia sangat disegani, bukan ditakuti yaa oleh para siswa yang diajarnya. Beliau tidak pernah memukul jika ada siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Jika kelas tidak ada guru karena berhalangan masuk, biasa di dalam kelas anak-anak akan ramai, suasana kelas bisa gaduh. Jika dari beberapa meter kedengaran sepatunya dari bapak guru yang disegani oleh anak-anak berjalan menuju kelas yang tidak ada gurunya, sontak saja kelas itu akan secara spontan menjadi hening...anak-anak yang tadi rame, akan menjadi berhenti ributnya...

Mencapai Tujuan

On 22.36


P

esan yang kuat yang hendak disampaikan oleh Bob Wieland adalah bahwa kondisi fisik yang terbatas tidak menjadi faktor penghalang untuk mencapai sasaran yang diinginkan....Mari kita lihat cuplikan klip video yang singkat di bawah ini:

Rencana Tuhan Itu Indah Pada Waktu-Nya

On 23.23


Apakah Anda sedang dalam hidup dalam rencana Tuhan? Pertanyaan tersebut memang tidak mudah untuk dijawab, dan hanya dengan hikmat lewat "didikan" dari firman-Nya dan Roh-Nya, setiap kita dapat menjawab pertanyaan tersebut....Jika Anda saat ini sedang bingung tentang rencana Tuhan dalam hidup Anda, tidak perlu menjadi "galau" atau stress, "percayakan saja pada ahli-Nya". Coba perhatikan dulu kisah yang menarik di bawah ini (selain itu jika sudah selesai membaca artikel pada postingan ini, jangan terburu-buru dulu ya keluar dari blog ini, coba lihat pada postingan yang lainnya pada daftar isi di bawah postingan ini, nah, sekarang mari kita simak kisahnya:

Kau Selalu Punya Cara untuk Menolong

On 02.19


"Ya.."itu adalah judul sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Angel Idola Cilik dan yang terbaru telah dinyanyikan oleh pengarang lagu tersebut: Jason dalam albumnya: Tuhan Selalu Punya Cara. Bagi yang sudah tahu lagu tersebut mungkin sudah biasa mendengarnya, walaupun demikian jika kita mendengar dan menghayati lagu tersebut, sungguh akan memberikan kekuatan tersendiri untuk tetap mempercayai Tuhan untuk   pertolonganNya.

Finishing Well

On 01.36

Jika bicara tentang FINISHING WELL sering dikaitkan dengan penyelesaian tahapan kehidupan satu ke tahapan berikutnya. Finishing Well semestinya bukan bicara tentang pencapaian tingkatan atau ukuran keberhasilan seseorang tetapi semestinya fokus terhadap menyelesaikan sesuatu dengan baik. Sebab setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda satu dengan yang lainnya, jika si A mampu mencapai tahapan kehidupannya dengan kemampuan 85, ia sudah mencapai garis akhir dengan baik untuk tahapan yang dilaluinya tersebut, begitu pula dengan si B yang hanya mampu mencapai garis finish dengan kemampuan 65, jika dilakukan dengan kemampuann terbaiknya mencapai garis akhir tahapan kehidupannya, itu penyelesaian akhir yang baik. Itu dapat diartikan bukan bagaimana kita memulai dan menjalaninya saja tetapi bagaimana kita mengakhiri sebuah perjalanan kehidupan. Yang jelas kita akan menemukan perbedaan yang terdapat antara orang yang benar-benar hidup dan orang-orang yang sekadar hidup....

Sukses Saja Tidak Cukup

On 18.02

"Sukses Saja Tidak Cukup" Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca pernyataan tersebut. Ya betul, itu memang sebuah judul dari sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis, Lloyd Reeb sahabat dan murid dari seorang penulis buku Half Time, Bob Bufford, yang telah menjadi buku best seller. Sekarang banyak orang tidak lagi mengejar kekayaan, pengakuan, kekuasaan atau status menjadi tujuan utama hidup mereka (walau memang tidak dapat dipungkiri, banyak juga hal-hal tersebut masih menjadi pengejaran yang utama). Perlu kearifan dan kesadaran penuh untuk dapat mengatakan dan memiliki fokus hidup: "sukses saja tidak cukup". Ada penelitian yang menarik  di bawah ini berkaitan tentang hal itu:

Hidup Sukses

On 20.33


Hidup sukses adalah menjadi harapan dan cita-cita semua orang. Tidak ada orang di dunia ini yang ingin hidupnya berantakan dan hancur. Di manapun, tidak ada orang yang merencanakan untuk hidupnya gagal. Semua ingin sukses, semua ingin berhasil. Definisi keberhasilan bisa berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi dari sudut pandang mana kita menilai tentang kesuksesan hidup, dari situlah kita akan mulai. Mari kita lihat:

Mengubah Mindset

On 23.58

Apa yang membuat masalah sering terjadi? Apa yang membedakan orang yang gagal dan berhasil? Kebanyakan orang yang telah memahami dan mengalaminya akan menjawab terletak dari "Mind Set". Bagaimana kita mengubah mind set kita ke arah yang lebih baik? Bagaimana kita dapat mengelola pikiran kita dengan baik, dengan benar menuju keberhasilan sesuai dengan standart kebenaran? Ada beberapa point yang harus kita perhatikan, pelajari dan lakukan dalam hidup kita. Apakah Anda tertarik mempelajarinya?

Memiliki Konsep & Pikiran Yang Benar

On 06.56


Pikiran
Mengapa kita perlu memiliki konsep dan pikiran yang benar? Melalui konsep dan cara berpikir kita yang benar akan mengarahkan pengambilan keputusan dan sikap / tindakan kita kepada arah yang benar.Untuk itu pentingnya dari semenjak dini, anak-anak dalam perkembangannya sesuai usia mereka telah diajarkan dengan konsep dan pikiran yang benar.