}

2.20.2012

Mendengar suara Tuhan

Bagi kebanyakan orang mendengar suara Tuhan itu sangat sulit, bahkan sama sekali belum pernah mendengar suara Tuhan sepanjang perjalanan hidup mereka. Padahal mendengar suara Tuhan itu adalah hal yang alamiah bagi orang-orang percaya. Bagaimana kita dengan bijak menyingkapi hal tersebut?

Betulkah suara Tuhan dapat kita dengar? Nah, bersedia belajar tidak ingin berpolemik atau berbantahan dengan mereka yang tidak menyetujui tentang topik ini. Jadi di sini pembahasan akan dimulai dengan satu kesaksian yang diambil dari postingan sebelumnya yang berjudul: Yang Pelu Dihindari & Dijauhkan (silahkan klik judul postingan / link berwarna biru tersebut apabila ingin melihat postingan seluruhnya) sebagai berikut







Pada suatu kali, ketika saya mau berangkat kuliah ke kampus saya, waktu itu saya menyebarang melewati empat jalur dari kendaraan yang sedang lewat. Untuk menyingkat waktu, saya tidak naik tangga penyebrangan (wah ini tidak boleh diikuti ya…). Selanjutnya saya sampai ditepi sebrangan yang biasa untuk mencegat kendaraan umum kearah tempat kuliah saya. Kemudian saya melihat dari tempat saya menyebrang, ada seorang ibu yang membawa dua anak sekolah berusia 7-9 tahun menyebrang jalan seperti saya. Dan ketika sampai ditempat saya, ia kemudian menyetop bus, lalu menaikkan anak-anak tersebut ke dalam mobil. Pada saat itu, saya bergumam sambil berkata:” Tuhan, Tuhan seperti itu ya, kepada anak-anakNya.” Tidak saya sangka, tiba-tiba saya mendengar suara, JELAS sekali, Suara itu PENUH KASIH, LEMAH LEMBUT dan SANGAT BERWIBAWA, Suara itu keluar dari dalam diri saya yang meresponi perkataan saya tadi. Suara itu berkata:”Ya, aku juga seperti itu kepada anak-anakKu. Sebab jika tidak Aku tuntun, akan banyak ranjau yang akan meledakkan anak itu. Jadi setiap anak-anakKu, Aku akan pimpin sampai tujuan.” Saya tahu itu Suara Tuhan. saya mengenal-Nya. Bagaimana saya dapat mengenal suara itu sebagai suara Tuhan. 1. Suara itu terdengar keluar dari dalam saya. suara itu telah menjadi bagian hidup saya. 2. Suara itu terdengar PENUH KASIH. Luar biasa sekali kasih-Nya itu saya rasakan pada saat itu. 3.Suara itu juga LEMAH LEMBUT. 4. Suara itu SANGAT BERWIBAWA. 5. suara itu saya kenal, tidak asing lagi dengan suara itu, suara itu 100% suara Tuhan. Dan pada hari berikutnya saya bertanya kepada Tuhan dengan pertanyaan seperti ini:"Kok Tuhan saya kenal ya suara itu sebagai suara Tuhan, mengapa? Lalu Ia menjawab:"Kamu khan sering membaca alkitab atau mendengar khotbah firman Tuhan, itu suaraKu. Jadi kamu tidak akan asing ketika mendengar suaraKu yang audible.
Dari kesaksian tersebut di atas, suara Tuhan sampai hari ini dapat didengar oleh setiap anak-anak-Nya. seperti firman-Nya menegaskan:Domba-dombaKu mendengar suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.Setelah pada zaman dulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita (Yoh.10:27, Ibr.1:1-2, Yo.1:14). Lewat Roh-Nya yang diam didalam kita, Ia terus berbicara dan memimpinn kehidupan setiap kita. Apakah kita selalu mendengarkan-Nya...?

Suara-Nya memang dapat didengar, dan itu adalah kehidupan pemercaya / pemurid yang normal. suara-Nya dapat didengar:
  • Secara audible, terdengar oleh telinga jasmani kita
  • Dapat berupa impresi / kesan di dalam batin kita atau pikiran kita
  • Lewat penglihatan, mimpi atau nubuatan
  • Firman yang disampaikan oleh rekan-rekan sekerja yang diurapi-Nya baik berbentuk khotbah, sharing, kesaksian atau konseling
Jadi jika Anda dalam menjalani kehidupan sebagai orang percaya belum pernah mendengar suara-Nya seperti yang diuraikan di atas, pasti ada hal yang salah dalam konsep atau kehidupan kekristenan Anda. Karena seperti seorang yang telah dinyatakan sebagai manusia dalam rahim seorang wanita, pada usia 3 bulan ke atas sudah dapat mendengar suara orang tuanya, dalam proses perjalanan hidupnya sebagai manusia, jika tidak ada kelainan dalam tubuhnya, semestinya ia dapat mendengar suara dan berinteraksi dengan lingkungan keluarga terdekatnya sebagai sesuatu yang alamiah / normal.. Begitu pula proses kelahiran manusia baru di dalam Tuhan, semua yang telah menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah, dan ini berarti setiap mereka yang lahir dari-Nya, dalam proses perjalanan rohani selanjutnya, dapat mendengar suara-Nya.... Adalah hal yang normal, ia akan selalu mendengar dan berkomunikasi dengan Dia....

Bagaimana hal itu bisa terjadi?
  • Secara otomatis saat terjadi kelahiran baru karena iman kepada Yesus Kristus
  • Lewat pergaulan sehari-hari melalui doa (komunikasi dua arah) dan perenungan firman
  • Mengembangkan kepekaan rohani dengan hidup dan dipimpin oleh Roh-Nya
Mendengar suara Tuhan bukan monopoli "orang-orang besar-Nya Tuhan" . Mereka yang memiliki tangguing jawab sebagai hamba Tuhan atau pemimpin jemaat atau apapun namanya, mereka sama seperti kita, orang-orang yang telah dilahirkan bukan oleh benih yang fana melainkan oleh benih yang tidak fana, yaitu firman Tuhan....Di mata Tuhan tidak ada standar ganda, semua anak-anak-Nya memiliki akses yang nyata untuk memiliki hubu7ngan dua arah dengan Dia, hal itulah yang senantiasa Dia rindukan dari kita. apakah Anda merasakan denyut kerinduan-Nya? Latihlah diri Anda untuk mendengar suara-Nya... Bergaul akrablah melalui doa penyembahan yang intens dan mendalam dan menyala dengan api cinta serta kerinduan untuk mendekat kepada-Nya, Ia tidak jauh dari hidup kita, Ia adalah Allah Imanuel, Allah yang beserta kita. Dia real, nyata bagi hidup setiap anak-anak-Nya. Apakah kita anak-anak-Nya? Apakah kita bagian dari hidup-Nya, karena firman Tuhan menyatakan,"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah. Barangsiapa mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengann Dia ( Yoh.1:12, roma 8:14, 1 Kor.6:17), kesaksian hidup kita atau bukti-bukti yang menyertai perjalanan kehidupan kitalah yang dapat menjawab pertanyaan tersebut....


Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi