}

1.14.2012

Hidup Dalam Kelimpahan-Nya

Bagi setiap orang hidup dalam kelimpahan Allah dapat memiliki arti yang berlainan. Mungkin bagi Anda hal tersebut berarti kesembuhan dan dalam keadaan sehat. Bagi yang lain, hal tersebut berarti kelancaran di bidang keuangan mereka.
Tetapi bagi saya bidang kelimpahan yang Dia anugerahkan adalah mengajar, menasehati dan menulis. Saya sangat suka sekali mengajar, menasehati dan menulis, salah satu contohnya adalah tertuang disebagian dari tulisan-tulisan pada blog bersedia belajar (apakah Anda mendapat inspirasi atau berkat dari membaca tulisan-tulisan tersebut? Jika sebagian besar dari Anda yang sudah membacanya,  menjawab "Ya", syukur kepada Tuhan atas kelimpahan-Nya dibidang hidup saya tersebut, bagaimana dengan Anda? Saya berharap kelimpahn-Nya itu terjadi juga pada hidup Anda....

Arti diberkati menurut Billy Joe Daugherty dalam bukunya Living in God's Abudance yaitu:






Diberkati artinya diperkaya, dimakmurkan, ditambah, dipenuhi, ditolong, diberi imbalan, dan dipuaskan


sedangkan James W. Goll dalam bukunya yang menarik Deliverence from Darkness by Chosen Books menjelaskan:








Definis saya tentang kata berkat berikut ini:"Sebuah berkat adalah sebuah kata yang diucapkan untuk kebaikan yang membawa kuasa dan otoritas rohani dan yang menggerakkan sesuatu yang kemungkinan akan berlanjut dari generasi ke generasi


Sedangkan dalam definisi dari berbagai kamus untuk kata benda "berkat, bisa berarti "sebuah doa atau harapan yang sungguh-sungguh memohon kebahagiaan bagi orang lain; sebauh ucapan syukur; tindakan mengucapkan sebuah doa atau berkat yang menyatakan kemakmuran dan kesejahteraan." Demikian pula untuk kata kerja "memberkati" dapat diartikan sebagai"meminta kemurahan ilahi turun pada seseorang; mengaruniakan kebahagiaan, kemakmuran, atau berbagai jenis hal-hal yang baik; membuat suatu pernyataan yang kudus; menyucikan; mengagungkan untuk kebaikan-kebaikan yang diterima; memuji untuk mutu yang baik."

Jika sekarang secara arti kata tentang berkat kita sudah pahami, mari saya akan mengajak Anda untuk melihat lebih jauh lagi tentang prinsip dasar atau esensi dan cara kerja berkat. Karena hal ini sangat penting kita ketahui dan pahami secara utuh dan benar. Banyak umat Tuhan hanya selintas bahkan tidak begitu mengerti esensi dan cara kerja sebuah berkat, sehingga bertahun-tahun harus menanggung kerugian yang tidak perlu sebagai umat Tuhan yang diberkati seperti suatu kisah seperti berikut ini:

"Satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan dua orang anaknya karena satu hal harus meninggalkan desanya dan akan berlayar dengan sebuah kapal menuju ke suatu benua yang sangat jauh dari desa yang ditinggalkan. Si bapak setelah memesan tiket untuk keluarganya, ia bersama dengan penumpang lainnya, menunggu kapal yang akan memberangkatkan ketempat tujuan. Beberapa saat kemudian terdengarlah sebuah pengumuman yang menyatakan semua penumpang untuk mempersiapkan diri menuju kapal yang akan membwa mereka sebentar lagi akan merapat dipelabuhan. Setelah memilih tempat di dek yang paling bawah, satu keluarga ini menurunkan semua barang bawaannya di ruangan yang mereka telah pilih tersebut. Berhari-hari selama menempuh perjalanan keluarga ini tidak pernah keluar jalan-jalan diseputar kapal tersebut. Hanya untuk keperluan mandi saja mereka pergi ketempat yang telah disediakan untuk itu. Mereka telah menghabiskan semua makanan yang mereka bawa dalam perjalanan yang panjang tersebut, mereka menahan lapar di ruangan untuk beberapa waktu lamanya, sedangkan di atas dek mereka mendengar gelak tawa dan sukaria orang-orang minum dan makan.Sesampainya kapal tersebut ditempat tujuan, si bapak ini bersama keluarganya ditemukan oleh kapten kapal dalam keadaan sangat lusuh dan lemas akibat kekurangan makanan."

Apa jawaban si bapak ini ketika ditanya oleh kapten kapal yang mempertanyakan kondisi mereka mengapa bisa terjadi seperti itu, jawaban dari si bapak ini adalah " kami  ini berpikir bahwa tiket yang kami beli hanya untuk menumpang kapal ini saja sampai tujuan...." dengan nada sedih dan penuh penyesalan karena tidak mengetahui (atau kurang pengetahuan) bahwa tiket yang mereka beli untuk menumpang kapal tersebut SUDAH BERIKUT JAMINAN KEAMANAN, termasuk MAKAN dan MINUM mereka.....

Nah cerita ini memang fiktif tetapi sesungguhnya ini menggambarkan kehidupan sebagian banyak umat Tuhan.Untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti kisah tersebut, berikut peringatan dari-Nya "UmatKu binasa karena tidak mengenal Allah; Karena engkaulah yang menolak pengenalan itu." itu di Perjanjian Lama, berikut ini peringataNya di Perjanjian Baru:"Sebab oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran merka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut di bawa arus. (lihat Hosea 4:6, Roma 10:3 dan Ibrani 2:1)"

Jika kita memperhatikan mulai dari permulaan Allah menciptakan dan bagaimana Dia menempatkan manusia pertama di sebuah taman Eden  setelah proses penciptaan lainnya, "penyediaan" dari semua yang dibutuhkan manusia dan dari apa yang Dia ucapkan kepada manusia tersebut, maka kita dapat melihat "proses kerja" atau karakterNya yaitu: MEMBERKATI. Dia selalu merancangkan rancangan yang TERBAIK: rancangan kebaikan, kelimpahan...." Ya, Dia selalu  "berbuat baik", Dia menyiapakan masa depan hidup manusia untuk hidup dalam kelimpahan..... Ini prinsip dasar yang tidak bisa dihilangkan atau diabaikan dari karakter-Nya. Berikut ini prinsip dasar lainnya yang telah ditujukan kepada umat-Nya di Perjanjian Lama:






"Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."
 
sedangkan prinsip dasar lainnya di Perjanjian Baru antara lain:






"Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain,..."

Jika Anda telah berada di dalam Kristus, maka Anda berhak menerima janji tersebut, berkat Abraham! Berkat Abraham seperti yang pernah Dia janjikan kepada Abraham. Ini warisan berkat yang dijanjikan-Nya:
  1. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar
  2. Memberkati engkau
  3. Membuat namamu masyur
  4. Engkau menjadi berkat
  5. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau
  6. Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat (lihat Kejadian 12:2-3) 
Berkat Abraham berikutnya setelah ia lulus ujian ketika dia dengan taat mempersembahkan anaknya yang ia kasihi sebagai korban bakaran bagi Tuhan :"Kata-Nya:"Aku bersumpah demi diriKu sendiri! - demikianlah firman TUHAN -: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu, maka
  1. Aku akan memberkati engkau berlimpah limpah
  2. Membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang dilangit dan seperti pasir di tepi laut
  3. Keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya
  4. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,...(lihat Kejadian 22:15-18)
Jadi kita lihat di sini bahwa hal itu bisa terjadi lagi, lagi dan lagi terhadap semua keturunan Abraham. Kita bisa melihat tes yang dilakukan Tuhan kepada Abraham sebenarnya hanya alat Tuhan untuk memberkati Abraham, karena ketika Abraham taat membawa Ishak sebagai anak yang telah didapatkan dari janjiNya di masa tuanya, anak yang sangat dikasihinya ke gunung yang telah ditunjukkan, sementara disisi gunung lainnya Tuhan menggiring seekor domba persembahan yang sebenarnya nanti akan dikorbankan.

Ini PRINSIPNYA: Tuhan menginginkan hidup kita diberkati, diberkati dengan limpah! Jika kita menerima prinsip ini dalam hati kita, yakin dengan sepenuhnya bahwa semua keturunan Abraham pasti menerima kelimpahan berkat dari-Nya sesuai yang telah dijanjikan kepada Abraham dan kepada semua umat perjanjianNya, maka SELAMAT Anda dan saya telah bergabung dengan keturunan Abraham lainnya dalam menerima kelimpahan berkat-Nya...! Langkah-langkah dari dan untuk senatiasa menerima limpah berkat-Nya, ikuti saja tindakan Abraham: SEGERA TAAT  mendengar suara-Nya / perintah-Nya:
  1. Allah meminta Abraham beserta keluarganya keluar dari tanah leluhurnya - Abraham TAAT mengikuti perintah tersebut
  2. Abraham TAAT ketika ia Allah meminta dia menyerahkan anaknya yang tunggal dan yang dikasihinya sebagai korban persembahan
Jika warisan berkat Abraham DAPAT secara otomatis diterima oleh semua keturunannya, lalu perintah-perintah mana yang PERLU atau HARUS ditaati untuk menerima kelimpahan berkat-Nya? Ini perintah-perintah-Nya:
  1. "Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkan dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu... Janganlah kamu menjadi  sama serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. 2 Korintus 6:17 dan Roma 12:2)." Ini dimaksudkan untuk setiap kita harus KELUAR dari kehidupan yang lama, kehidupan yang berdosa, cara berpikir yang salah. 
  2. "...Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (Matius 22:37)." Ini berarti hanya Dia yang utama dan pertama dalam hidup. tujuan hidup hanya untuk menghargai, menyenangkan dan memuliakan namaNya.Ini sebagian ungkapan kasih kita kepada-Nya:
  •  Bacalah hal-hal ini: Maleakhi 3:10, Matius 6:33, Lukas 6:38,Galatia 3:9
  • Dari semua yang dibicarakan, perbuatlah hal-hal ini dengan SETIA:
  1. Bawalah sepersepuluh dari penghasilan ke rumah Tuhan (tempat ibadah di mana mendapat pemeliharaan dan perlindungan rohani dan di tempat yang Dia perintahkan)
  2. Utamakan persekutuan denganNya. Bangunlah dengan lebih lagi hubungan dengan Dia melaui ibadah pribadi atau korporat.
  3. Biasakanlah untuk menabur benih (berkat) yang sudah diterima kepada tempat-tempat / ladang-ladang yang subur bagi kemuliaan-Nya. Apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai. Sedikit menabur sedikit juga menuai, tetapi banyak menabur banyak juga menuai.Tergantung jenis taburan Anda.
  4. Hidup dalam IMAN. Walaupun belum kelihatan segala sesuatu yang dijanjikanNya, tetap percaya. Yakin sepenuhnya, bahwa Ia yang menjanjikan adalah SETIA, Ia akan menepati janjiNya. Untuk itu:"Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Bergembiralah dalam Dia, maka Ia akan memberikan apa yang diingini hatimu...."
     

        Tidak ada komentar:

        Posting Komentar

        “Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

        Daftar isi

        Daftar Isi