}

1.13.2012

Dibebaskan dari Kutuk (3)

Point berikutnya dari seri lanjutan pembahasan tentang topik "Dibebaskan dari Kutuk" yang akan dibahas di sini adalah:
2.MENGANDALKAN KEKUATAN SENDIRI (MANUSIA) dan HATI YANG MENJAUH DARI TUHAN
Saya sangat prihatin dan sedih ketika melihat  kutuk yang terus melekat dalam diri seseorang seperti sakit kronis (kadang berulang-ulang), keguguran dan masalah-masalah kewanitaan yang terjadi baik satu dua kali ataupun yang berulang-ulang, ketidakcukupan keuangan yang terus menerus. Sering saya jumpai termasuk di dalamnya kekeringan rohani tanpa disadari atau dipahami dengan jelas oleh orang yang bersangkutan bahwa hal-hal itu berasal dari sebuah kutuk dalam hidup mereka. Alkitab menyoroti dengan tajam lewat pernyataan ini: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN" (Yermia 17:5). Mengandalkan manusia dan mengandalkan kekuatannya sendiri membuka peluang kutuk datang, demikian pula dengan yang hatinya menjauh dari Tuhan. Mengandalkan manusia atau mengandalkan kekuatannya sendiri memang sangat sulit sekali untuk dibedakan dengan bekerja secara profesional, bekerja dengan tangan kita sendiri  menghasilkan produk yang memang menjadi alur bagi setiap pekerja. Jadi bagaimana bagi kita dapat memahami hal ini agar kita tidak membuka pintu masuk kutuk kepada kehidupan kita? Untuk mengetahuinya, tanyakan tes sederhana ini kepada diri Anda:
  1. Apakah dengan keahlian atau kemampuan yang Anda miliki, Anda sama sekali tidak melibatkan Tuhan pada setiap proses dalam pekerjaan Anda?
  2. Dengan segala fasilitas dan dukungan resource lebih dari cukup, apakah pekerjaan Anda dengan selalu berjalan secara mekanis dan otomatis sehingga kurang adanya (sama sekali tidak ada) doa dan ucapan syukur yang dinaikan senantiasa terhadap pribadi-Nya yang telah melengkapi semua yang kebutuhan dalam pekerjaan tersebut?
  3. Apakah Anda berpikir bahwa kekuatan Anda dalam melalui dan mencapai target satu atau beberapa pekerjaan adalah berasal dari diri Anda sendiri atau Anda menyatakan melalui pengakuan dan ucapan syukur setiap memulai dan mengakhiri pekerjaan, bahwa kekuatan itu berasal dari Tuhan, Anda sungguh berterima kasih dan bersyukur Tuhan memberi anugerah dan kekuatan-Nya untuk mencapai semuanya yang Anda lakukan?
  4. Apakah Anda secara konsisten, terus menerus, bahkan lebih meningkat lagi baik dari segi kwantitas maupun kualitas dalam membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa pribadi Anda agar Tuhan memberi kekuatan dan anugerah-Nya terlibat dalam semua pekerjaan Anda dengan suatu pengakuan kepada-Nya:" Tanpa Engkau memenuhi aku dalam setiap hariku, aku tidak bisa berbuat apa-apa"?
  5. Dalam pekerjaan yang Anda lakukan, apakah Anda menganggap Anda pemilik pekerjaan tersebut atau Anda menganggap diri Anda hanyalah sebagai pengelola saja dari apa yang dipercayakan oleh-Nya kepada Anda untuk dilakukan?
 Apabila Anda menjawab"Ya" pertanyaan nomor 1 - 4 lebih banyak atau lebih sering dengan jawaban "Tidak", itu sudah menandakan bahwa Anda sedang berjalan dengan kekuatan Anda sendiri. Anda semata-mata bekerja dengan mengandalkan kekuatan manusia. Sedangkan untuk pertanyaan nomor 4 apabila jawaban Anda adalah "bahwa sayalah sebagai pemilik dari usaha atau pekerjaan tersebut", itu juga sudah menandakan Anda sedang berjalan dengan mengandalkan kekuatan manusia.Ini menandakan hidup Anda ada di bawah kutuk.

3. Pintu masuk kutuk lainnya yang perlu kita cermati, menurut James W.Goll dalam bukunya "Membebaskan Diri Dalam Kegelapan", Light Publishing, pada halaman 162, adalah sebagai berikut:
  • Penyembahan berhala, ilah-ilah palsu, okultisme
  • Tidak Menghormati Orang Tua
  • Seks yang tidak wajar atau percabulan
  • Tidak adil terhadap yang lemah atau tidak berdaya
  • Mempercayai "tangan manusia"
  • Mencuri atau bersumpah palsu
  • Menahan perpuluhan
  • Pernyataan yang dibuat oleh seseorang dalam otoritas yang bersangkutan (dikutuk oleh orang yang memiliki posisi rohani)
  • Pernyataan yang dibuat oleh seseorang tentang dirinya sendiri (kutuk yang dibebankan pada diri sendiri)
  • Pernyataan yang dibuat oleh orang-orang yang mewakili setan (dukun, dll)
(NB: Point-point di atas pembahasannya dapat dilihat pada seri Dibebaskan dari Kutuk lainnya).

 Semua di atas adalah pintu-pintu kutuk masuk menyerang kehidupan seseorang. Tutuplah pintu itu dengan darah Anak Domba Allah yang Anda terima di dalam nama-Nya dan Anda deklarasikan dengan keyakinan iman sebagaimana umat Tuhan di Perjanjian Lama, mereka semua terlindungi, pada saat mereka membubuhkan darah yang disembelih di jenang setiap pintu rumah mereka, SAMA SEKALI TIDAK ADA kematian anak sulung dalam rumah-rumah orang Israel dari "malaikat maut" yang menjalani tanah Mesir. Tetapi seandainya kutuk itu pernah masuk atau masih ada dalam kehidupan Anda sebelum Anda percaya kepada nama-Nya atau telah membuka peluang kutuk masuk, maka Anda dapat melakukan doa seperti contoh doa di postingan sebelumnya, Anda bisa lihat di sini

Pada postingan berikutnya, bersedia belajar akan menuliskan rahasia yang menarik mengenai bagaimana kita dapat menerima kelimpahan dari berkat-Nya. Bukankah banyak diantara kita, walaupun sudah merasa dan yakin telah dibebaskan dari semua kutuk yang telah mengikat dirinya selama ini, masih saja belum menerima kelimpahan berkat-berkat-Nya? Jadi sebenarnya ada apa ini?  Apakah Allah pilih kasih? Tentu kita setuju berkata;"Tentu tidak!" Tetapi mengapa masih terjadi, hidup umat Tuhan tidak, atau sedikit mengalami kelimpahan berkat-Nya...? Apa yang masih menghalangi? Mari temukan jawabannya dalam postingan di sini
 
Semoga bermanfaat,
Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi