}

2.18.2012

Prinsip-prinsip Mengambil Pilihan yang Tepat

"Untuk mengambil keputusan dari dua pilihan atau keinginan di hadapan kita yang sama-sama memiliki daya tarik yang kuat tidaklah mudah. Hidup seseorang bisa menjadi terguncang hebat, manakala sulit untuk menjatuhkan pilihan yang tepat. Seperti kisah yang diceritakan pada postingan sebelumnya.Setiap saat dalam kehidupan, kita terus diperhadapkan dengan masalah kehidupan. Tidak jarang di dalamnya, kita harus mengambil keputusan. Namun yang menjadi permasalahannya, keputusan seperti apa yang kita ambil? Apakah keputusan yang kita ambil itu sesuai dengan kehendak Allah ataukah kehendak kita? Bagaimana kita dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kehendak Allah? Nah, pada postingan ini, kita akan melihat prinsip-prinsip yang akan menolong kita dapat mengambil keputusan yang tepat.

Prinsip 1: Keinginan Yang Kuat

Cek dan perhatikan, keinginan kuat apa yang selalu muncul dalam hati kita? Keinginan kuat kita ingin jadi apa yang terus menerus berbicara dalam keseharian kita. Bukan muncul sesaat saja atau begitu saja. Biasanya Tuhan sudah menaruh "keinginan" itu jauh sebelum diri kita mengetahuinya. Jika "keinginan" yang Tuhan sudah taruh itu terus berbicara dengan berbagai cara salah satunya bisa melalui mimpi-mimpi yang terus-menerus muncul dalam perjalanan hidup kita, itu sudah menandakan bahwa "keinginan" yang kuat itu layak untuk kita pertimbangkan menjadi pilihan kita.

Prinsip 2: Maksimal

Baik kita atau orang lain melihat, apa yang kita kerjakan membuat hidup kita menjadi maksimal. Buah-buah dari pekerjaan yang kita lakukan tampak dengan jelas. Kalau hal itu ada pada kita, itu sudah cukup untuk kita menetapkan pilihan bahwa pekerjaan yang sedang kita kerjakan itu cocok atau tepat untuk hidup kita.

Prinsip 3: Bergairah

Coba tanyakan pada diri kita, apakah kita sangat bergairah atau terlihat antusias dalam melakukan pekerjaan tersebut? Banyak orang terperangkap dengan pekerjaan rutin yang membosankan yang sama sekali tidak membangkitkan gairah bekerja di dalamnya. Pekerjaan yang dilakukan seperti itu biasanya / umumnya karena salah penempatan atau salah memilih dalam pekerjaan atau bisa juga pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya. Tetapi jika kita melakukannya dengan antusias, sangat bergairah dari ke hari, itu hampir 99% pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang tepat menjadi pilihan kita seumur hidup. Itu pekerjaan yang Tuhan mau kita hidupi dan jalani agar menjadi berkat bagi banyak orang bukan hanya untuk diri kita saja..

Prinsip 4: Damai Sejahtera
Apakah sebelum pilihan akan kita tetapkan, hati kita disertai oleh damai sejahtera? Biasanya damai sejahtera dari Tuhan sebagai "wasit" yang mengatur atau mengarahkan setiap kita dalam setiap keputusan. dengan damai sejahtera-Nya, Dia akan membimbing kita untuk mengambil keputusan yang tepat. Jika ada kegelisahan atau ketidaktenangan dalam keputusan yang hendak kita ambil, sebaiknya diurungkan saja keinginan kita itu karena tanpa damai sejahtera-Nya menyertai langkah hidup kita, itu sudah menandakan lampu "merah" untuk kita berhenti melangkah untuk menjalani keputusan tersebut, karena damai sejahtera-Nya selalu dapat diandalkan seperti lampu hijau yang mempersilahkan kita untuk "jalan" dengan rancangan keputusan yang kita buat.

Prinsip 5: Mendengar Suara Tuhan
Yang terakhir untuk menjawab," bagaimana kita bisa mengambil keputusan yang tepat berkaitan dengan pilihan pekerjaan kita?" Prinsip apa yang menjadi panduan untuk kita tidak salah memilih? Prinsip yang akan disampaikan pada point ini sama pentingnya dengan point-point di atas, sebenarnya point ini AMAT SANGAT DAPAT DIANDALKAN, TIDAK MUNGKIN SALAH, 100% tepat, yaitu "Mendengar Suara dari Tuhan" Yakni petunjuk atau arahan apa yang Dia nyatakan kepada kita untuk menjadi pilihan yang tepat.

Suara Tuhan di sini biasanya ada yang:
  • Audible (langsung dapat didengar dengan telinga jasmani)
  • Impresi dalam hati (baik itu sifatnya hanya kesan, gambaran atau kata-kata tertentu)
  • Kata-kata nubuatan
  • Penglihatan
  • Dapat juga mimpi
Kitab Ibrani menegaskan :"Jika engkau mendengar suara-Nya, jangan keraskan hatimu..." Juga nasehat dari Paulus:"Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Ibrani 3:17, Efesus 5:17).

Dalam mendengar suara Tuhan tidak semua pemercaya menerima prinsip ini, tetapi bagi saya dan mereka yang sudah mengalami prinsip ini, point ini adalah fakta / realitas yang nyata, sampai hari ini Dia masih berbicara kepada anak-anak-Nya, suara-Nya itu sungguh SANGAT MEMBANTU dalam mengarahkan langkah-langkah kita kepada panggilan hidup kita yang tepat dan benar.

Kiranya postingan kali ini tentang prinsip-prinsip bagaimana kita dapat mengambil pilihan yang tepat dapat menolong Anda yang sedang mencari pertolongan dalam mengambil keputusan yang tepat....
Semoga bermanfaat,

Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi