}

2.17.2012

Kemana Harus Melangkah?

"Kemana aku harus melangkah?" Entah sudah berapa kali hal ini ditanyakan oleh kebanyakan orang yang sedang mencari "solusi" dalam hidupnya. "Saya sedang galau nih...". Galau? Mengapa? Saat kenyataan harus dihadapi, kenyataan yang terkadang ditandai ketidakpastian atau keraguan dari jalan kehidupan yang harus ditempuh, keputusan mana yang harus diambil, kemana harus melangkah....? Apapun itu bentuk ungkapan ekspresinya, ketidakpastian, ketidakjelasan  atau keraguan jalan-jalan yang harus dilalui menyebabkan orang sering menjadi "galau". Seperti kisah yang baru-baru ini ditemui....
Baru-baru ini, ketika saya mengunjungi pembelajaran di suatu kelas, seorang guru yang penuh dengan semangat dan pengabdian memberi pengajaran dan bimbingan kepada murid-muridnya. Terselip "rasa kagum dan hormat" kepada guru tersebut. Sungguh anak-anak diusia muda mereka, sangat membutuhkan figur seorang guru bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, skill dan kemampuan saja, tetapi nilai-nilai kehidupan yang sangat penting untuk bekal anak-anak yang menjadi tanggung jawabnya tersebut dikemudian hari terutama nilai-nilai yang memiliki dampak kepada kekekalan lewat ketekunan, ketabahan, kesabaran dan keteladanan yang disertai tindakan penuh dengan kasih seorang guru terhadap anak-anak yang menjadi pusaka-Nya Tuhan tersebut. Selesai melihat tersebut, lalu dalam ruangan kepala sekolah kami berjumpa lagi dengan guru tersebut, ketika saya mengucapkan kepada guru tersebut, :"Anda sudah melakukan yang maksimal untuk anak-anak didik. Anda telah melakukan yang terbaik dalam hidup Anda." Tiba-tiba ia mulai menangis....Terlebih dengan perkataan dari kepala sekolahnya yang mengatakan,"Baru saja ia menyatakan kepada pemimpin manajerial sekolah, bahwa ia akan resign dari sekolah ini dan dari dunia pendidikan. Ia mau beralih profesi menjadi penginjil...". Tetapi dari ungkapan yang diceritakan selanjutnya, tampak "kegalauan" dari raut mukanya,  kegalauan yang timbul dari ekspresi hatinya yang terdalam....Ya suatu dilema pilihan yang sering muncul diantara dua keinginan...

Maka tidak terasa waktu berjalan di ruangan tersebut, sudah kurang lebih satu jam telah dilewati, sebagai orang yang telah melewati masa-masa "galau" tersebut, masa-masa mengambil keputusan "meninggalkan jalan yang telah digariskan-Nya" karena ketidak mengertian akan kemana harus melangkah, dengan lancar keluar nasehat-nasehat berupa pengalaman yang telah dialami dan beberapa contoh dari kesaksian untuk memberi masukan / bahan pertimbangan yang akan menjadi manfaat pembelajaran kepada guru tersebut. Diakhiri dengan doa terarah kepada Dia pemegang kehidupan, kami menyerahkan guru tersebut kepada Dia yang dengan setia menjadi pemandu dan pemimpin setiap kita, menyerahkan kepada-Nya dengan harapan agar ia melangkah kepada panggilan Tuhan, kepada panggilan yang sesuai rencanan-Nya bagi hidupnya...

Selama kita ada di dunia ini, pergumulan demi pergumulan akan selalu kita hadapi dan lewati. Banyak orang yang tidak sukses atau berhasil melewatinya. "Kebingungan, keraguan, rasa frustasi terus mendera, sampai kepada sikap yang apatis dan pasrah dengan kehidupan yang dijalaninya... bahkan sampai salah mengambil jurusan atau salah mengambil keputusan / langkah dalam kehidupannya" tak pernah habis-habisnya terjadi. Apakah hari-hari ini Anda sedang bertanya yang sama "Kemana saya harus melangkah?"  Sudahkah Anda mendapatkan jawabannya yang pasti yang membuat hati tidak lagi menjadi "galau?" Langkah-langkah antisipasi apa yang saya harus ambil dalam menghadapi situasi seperti itu? Mari saya ajak Anda untuk melihat dan mengambil manfaatnya dari prinsip-prinsip yang akan dibagikan pada postingan berikutnya. Mengingat prinsip-prinsip tersebut sangat perlu bukan saja sekedar menjadi pengetahuan tetapi menjadi hikmat yang akan dapat menolong siapa saja yang sedang memiliki pertanyaan yang sama:"Kemana saya harus melangkah?", maka saya berharap Anda bersedia mengikutinya....Sampai jumpa dengan Anda kembali...


Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi