}

2.24.2012

Kelainan Yang Membahayakan

Ternyata dalam dunia yang sedang menuju kehancuran ini ada berbagai macam kelainan yang menyusahkan kehidupan manusia. Ada satu penyakit kelainan yang sangat membahayakan bagi mereka yang mengidapnya. Dari 125 juta orang di Amerika terdapat 1 orang yang mengidap penyakit atau kelainan tersebut. Seperti yang akan dikisahkan di bawah ini. Apakah Anda tertarik membacanya?
Kelainan tersebut berupa tidak merasakan sakit, panas atau dingin, bernama CIPA --) Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis. Tony Dungy adalah mantan pelatih NFL dengan istrinya Lauren membagikan kisah tentang anaknya Jordan yang mengidap CIPA tersebut sebagai berikut: 




"Aroma dari kue panggang naik ke atas dan menggelitik hidung Jordan. Anak berusia 6 tahun itu manruh bukunya dan mengintip lewat pintu kamarnya. Orang tuanya tidak terlihat, jadi ia menuruni tangga dengan piyama SpongeBobnya. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain kue coklat yang baru dibuat! Ia membuka pintu oven dan dengan tangannya ia menarik nampan kue itu ke arahnya, mengambil segenggam kue. Untuk beberapa menit berikutnya ia memenuhi mulutnya dengan adonan panas itu, membakar jari, bibir dan lidahnya. Ia tidak pernah merasakan panas 350 derajat atau memperhatikan lidah dan tangannya yang merah melepuh. “Jordan!” Teriak ibunya, berlari ke dapur. Ibu Jordan mengambil sisa kue panas itu dari pangkuan Jordan, melempar mereka ke atas konter, dann menuangkan air dingin ke sebuah handuk. Ia dengan lembut menyeka coklat itu dari wajah dan jari-jarinya, dan kemudian membungkus tangannya dengan handuk itu, sementara memaksa dirinya untuk tidak memarahi Jordan karena tidak taat dan melukai dirinya sendiri." .


Itu sedikit kisah tentang kehidupan Jordan yang mengidap kelainan CIPA yang bersedia belajar kutip dari buku "Jadikan HIDUP INI BERARTI" oleh Miles McPherson terbitan Light Publishing. Bagi Jordan hari yang sangat dingin tidak ada bedanya dengan musim panas terik. Seperti anak laki-laki petualang lainnya yang suka melompati sesuatu, mengendarai sepeda di jalan, bermain olah raga dan bergulat dengan teman-temannya, Jordan akan terluka, tapi ia tidak akan pernah merasakannya. Baik ia terkena panas sampai 350 derajat atau kakinya terkilir karena jatuh melompat, tubuhnya tetap masih terpengaruh, meskipun bibir, lidah dan kerongkongannya tidak dapat merasakan kue panas tersebut di atas, tubuhnya melepuh. Dengan kondisi seperti itu orang tuanya harus menjaganya 24 jam seminggu sebaik mungkin......

Kelainan ini juga biasa dikenal dengan istilah Hereditary Sensory Neuropathies (HSN) adalah penyakit gangguan atau kemunduran sistem saraf yang mengakibatkan seseorang kehilangan rasa atau sensasi dari luar, terutama di bagian tangan dan kaki. Penyakit ini sangat komplikasi, bersifat turunan, banyak tipenya dan sangat langka terjadi. Tapi yang pasti semua tipenya menyebabkan gejala yang hampir sama yaitu kehilangan fungsi saraf sensori dan respons kontrol terhadap sakit dan suhu. Akibatnya, seseorang tidak bisa bergerak secara spontan ketika badannya terkena rangsangan dari luar.

Ada satu kisah lagi tentang pengidap kelainan CIPA ini yang diambil dari CNN Selasa 29-9-2009:



" Seorang gadis asal Minnesota Amerika, Gabby Gingras adalah salah satu penderita CIPA. Meskipun ia bisa merasakan sentuhan, tapi otaknya tidak dapat menerima sinyal bahwa ia sedang kesakitan. Jadi jika kakinya patah atau menaruh tangannya di atas plat panas, ia tidak akan merasakan apa-apa.
"Tidak bisa merasakan sakit rasanya sangat tidak enak." Ketika pertanyaan dilontarkan pada Gabby, "apa yang kamu rasakan ketika jatuh dan terluka?", ia menjawab "rasanya seperti ingin nangis tetapi tidak bisa" ujar Dr. Peter Dyck at the Mayo Clinic seperti dikutip dari CNN, Selasa (29/9/2009).
Sebelumnya orang tua Gabby, Steve dan Trish Gingras mengetahui keganjilan yang dialami putrinya ketika umurnya 4 bulan. Gabby menggigiti jarinya sendiri sampai berdarah-darah tanpa menangis. Akhirnya pada usia 2 tahun, giginya terpaksa dicabut agar tidak melukai dirinya sendiri lagi.
Keanehan lain yang ditemukan orangtua Gabby yaitu ketika Gabby mengoleskan gel ke kornea matanya. Gel yang dioleskan Gabby bisa mengakibatkan rasa gatal dan jika terus-terusan digosok tanpa rasa sakit bisa menyebabkan kedua matanya rusak. Gabby pun terpaksa harus menggunakan alat bantu penglihatan karena matanya rusak.
Di sekolahnya, Gabby selalu diikuti dan dijaga oleh asisten pribadi yang akan membantunya jika terjadi luka serius. Orang tua Gabby pun berusaha memantau segala tindakan yang bisa membahayakan Gabby lewat monitor yang dipasang di kelas dan rumah.
"Kami juga membuat website khusus untuk orang tua yang memiliki penyakit seperti Gabby. Kami butuh orang-orang untuk berbagi, memberikan informasi dan saling menasihati" ujar Steve." .


Sungguh anugerah yang patut semua kita syukuri setiap saat jika memiliki tubuh yang sehat. Begitu pula dengan rasa sakit yang dialami oleh tubuh apabila tubuh merespon dari rangsangan luar yang bersifat melukai yang sudah dirancang oleh sistem tubuh dari "Sang Perancang Ilahi". Betapa kreatif dan agung-Nya apa yang Ia sudah ciptakan....Jadi:

Rasa sakit yang kita rasakan dirancang untuk melindungi kita dari perilaku yang berbahaya. Tanpa itu akan terus menyakiti diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat

Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi