}

4.13.2012

Finishing Well

Jika bicara tentang FINISHING WELL sering dikaitkan dengan penyelesaian tahapan kehidupan satu ke tahapan berikutnya. Finishing Well semestinya bukan bicara tentang pencapaian tingkatan atau ukuran keberhasilan seseorang tetapi semestinya fokus terhadap menyelesaikan sesuatu dengan baik. Sebab setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda satu dengan yang lainnya, jika si A mampu mencapai tahapan kehidupannya dengan kemampuan 85, ia sudah mencapai garis akhir dengan baik untuk tahapan yang dilaluinya tersebut, begitu pula dengan si B yang hanya mampu mencapai garis finish dengan kemampuan 65, jika dilakukan dengan kemampuann terbaiknya mencapai garis akhir tahapan kehidupannya, itu penyelesaian akhir yang baik. Itu dapat diartikan bukan bagaimana kita memulai dan menjalaninya saja tetapi bagaimana kita mengakhiri sebuah perjalanan kehidupan. Yang jelas kita akan menemukan perbedaan yang terdapat antara orang yang benar-benar hidup dan orang-orang yang sekadar hidup....
Dalampertandingan olahraga berlaku PRINSIP: Mempersiapkan diri DENGAN BAIK, menjalani proses pertandingan dan menyelesaikan pertandingan SAMA PENTINGNYA. Jadi bagi setiap atlet yang menghendaki kemenangan - mencapai garis finish dengan baik, tidak ada yang kurang dari hal itu, mulai dari persiapan, proses menjalani pertandingan sampai menyelesaikan pertandingan SAMA-SAMA PENTINGNYA.... Begitu pula dalam hidup, berlaku prinsip yang sama, bagaimana menjalani hidup ini sangat bergantung dari bagaimana kita mempersiapkannya dan bagaimana kita mengakhiri hidup ini sangat bergantung pada bagaimana kita menjalani semua prosesnya.

Robert Clinton, Profesor of Leadership at Fuller Seminary in California dalam penelitiannya mengatakan:
"Di dalam Alkitab ada sekitar 800 pemimpin yg disebutkan. Ada sekitar 100 pemimpin yg memiliki data yg cukup untuk menafsirkan kepemimpinan mereka. 50 diantaranya memiliki data yg cukup untuk evaluasi bagaimana mereka menyelesaikan pelayanannya..Hanya sekitar 1/3 menyelesaikan dg baik." Jadi perbandingan yang sederhanya, dari 3 orang pemimpin, 2 orang gagal tidak mengakhiri dengan baik hidupnya, hanya 1 yang berhasil. 

Kemudian Clinton juga meneliti 1300 kasus (50 Bible leaders, 100 historical leaders & sisanya adalah para pemimpin kontemporer). Ditemukan adanya 7 penghalang untuk menyelesaikan dengan baik:
1) Keuangan, 2) Penyalahgunaan wewenang, 3) Kesombongan, 4) kejatuhan seksual, 5) kerusakan hubungan (baik yg menikah maupun single), 6) Berhenti bertumbuh (sudah ahli shg tidak bergantung kepada RK dlm melakukan pelayanan), 7) Luka batin yg tidak dirawat & disembuhkan.

Selain itu ada 6 ciri pemimpin yg berhasil menyelesaikan dg baik:
 1)Menjaga hubungan pribadi Tuhan sampai akhir 2)Menjaga kesediaan mau belajar & belajar dari berbagai sumber 3)Mempraktekan Disiplin Ilmu - terutama yang rohani 4)Kebenaran dihidupi dalam kehidupan sehari-hari sehingga keyakinan & janji2 Tuhan nampak begitu nyata  5)Meninggalkan satu atau lebih sumbangsih - Memiliki dan Mendengarkan Mentor (saint, mentors, a ministry model, dll). 6)Berjalan dg kesadaran adanya rasa memiliki tujuan dan melihat beberapa/semua dipenuhi (mengembangkan harapan) 

Tentunya mereka yang berkecimpung di dunia olahraga khususnya dunia atletik, tidak akan pernah lupa kejadian yang dramatis dan memberikan inspirasi kepada olahraga dunia pada saat pertandingan Olimpic pada tahun 1968 yaitu  tentang seorang yang bernama: JOHN STEPHEN AKHWARI yang tetap menyelesaikan pertandingan walaupun dalam keadaan terluka sampai garis akhir. Ketika ada yang bertanya, "Mengapa Anda terus berlari dalam keadaan terluka untuk mencapai garis akhir walaupun pertandingan sudah selesai dan sebagain orang telah meninggalkan stadion...?" Dan apa jawaban dari JOHN STEPHEN AKHWARI:

"Negara saya tidak mengirim saya 7000 mil ke Mexico City hanya untuk memulai pertandingan, mereka mengirim saya untuk menyelesaikannya..." 

Kejadian yang hampir serupa terjadi pada Oktober 1992 di Barcelona, Derek Redmond (dapat dilihat filenya KLIK di:SINi

Salah satu artis rohani sebelumnya sering menyanyikan lagu bergenre rock, dalam tahapan kehidupannya mengalami pergumulan dan perjuangan yang begitu hebat mulai Februari 2008 - 2010 dengan penyakit yang dideritanya, penyakit yang langka di dunia bernama: Kikuchi Fujimoto (KF) suatu penyakit Autoimmune yang dideritanya, dalam tahapan proses menjalaninya dengan tubuh semakin kurus, pipi cekung, dan selain rasa sakit yang hebat, juga sering mengalami ketakutan yang luar biasa. Perjuangan yang melelahkan, karena penyakit KF ini membuat perasaannya going up and down. Saat keadaan tubuhnya terasa sedang baik sekali, maka jc merasa sangat sehat dan bisa melakukan apapun. Tapi tiba-tiba saja tanpa peringatan kondisinya bisa drop, sampai menggerakkan tubuhnya pun ia tak mampu. Pada saat-saat yang menderita tersebut, ia tetap bertahan untuk dapat mengakhirinya dengan baik. Atas anugerah dan kebaikanNya, ia dapat disembuhkan dan dapat kembali kehidupan normal sebagai penyanyi. Ia telah mencapai "FINISHING WELL" dalam tahapan kehidupannya tersebut. Lagu yang berjudul: Engkau Alasanku Hidup, dalam albumnya "Anugerah" lahir dari proses yang menyakitkan tersebut. Jika mau lihat klip videonya, silahkan klik DISINI

Kehidupan terus berjalan, apakah dalam tahapan kehidupan kita telah mencapai FINISHING WELL? Bersedia belajar mengajak setiap sahabat / pengunjung yang mampir diblogku ini: Starting Right, Finishing Well ----> Memulai dengan TEPAT, mengakhiri dengan BAIK.


Semoga Bermanfaat - Sukses Selalu,
Bersedia Belajar

2 komentar:

Lucia mengatakan...

Hi, my friend!I like meet your blog! Good weekend! Kisses

bersediabelajar mengatakan...

Thank You, nice to meet You, thanks for Your visit or Your comments, "A true and loyal friend is worth more than all the gold in the world.", God bless You

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi