Guru Dipusaran Covid 19
bersediabelajar On 10.32
Walaupun demikian, hal ini membawa beragam hikmah khususnya bagi dunia pendidikan. Pembelajaran daring (secara online) yang jarang ataupun mungkin di sebagain institusi pendidikan, belum pernah dilakukan, sekarang melakukannya.
Saya mengutip apa yang dikatakan pak Nadiem, Menteri Pendidikan kita berkaitan dengan hal ini: “Untuk pertama kali, guru-guru mengajar lewat online, menggunakan tools baru dan menyadari bahwa pembelajaran bisa terjadi di manapun," kata Nadiem dalam konferensi pers 'Belajar dari Covid-19' yang ditayangkan BNPB, Sabtu (2/5/2020). Selain itu, pak Nadiem mengatakan, masa-masa ini juga menyadarkan para orangtua siswa tentang peran seorang guru dalam mengajar. "Orangtua untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru, betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif dan menimbulkan empati kepada para guru yang mungkin sebelumnya belum ada," tutur Nadiem. Ia pun mengingatkan bahwa pendidikan yang efektif tak akan berhasil tanpa peran guru, orangtua, dan siswa itu sendiri. Nadiem menuturkan, guru, orangtua, dan siswa harus bekerja sama demi mencapai tujuan pendidikan yang efektif. "Guru, siswa, dan orangtua menyadari bahwa pendidikan bukan hanya hal yang dilakukan di sekolah. Pendidikan yang efektif membutuhkan kolaborasi efektif dari tiga pihak ini," ucapnya.(sumber:https://nasional.kompas.com/read/2020/05/02/17265601/mendikbud-krisis-covid-19-menyadarkan-bahwa-belajar-bisa-di-mana-saja)
Guru memiliki tugas yang mulia, karena guru adalah ujung tombak generasi dari tunas-tunas bangsa, gurulah yang pertama mengukir akan dijadikan apa generasi yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Diperlukan selalu untuk kita terus menuangkan dan mengimplementasikan ide-ide pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan kepada anak-anak didik kita. Ijinkan saya kembali mengutip dari serang tokoh ilmuwan, Albert Einstein:” Seni tertinggi seorang guru adalah untuk membangkitkan kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan”.
Kebahagian seorang guru ketika melihat anak didiknya menerima pembelajaran dengan baik dan berhasil dalam mencapai tujuan dan cita-cita yang ingin diraihnya. Tuhan Yang Maha Melihat perbuatan baik yang sudah dan sedang kita kerjakan untuk mencerdaskan anak bangsa, tentunya akan membalas dan memberkati setiap yang kita lakukan dengan hati yang tulus dan penuh pengabdian, amin.
Artikel terkait:
Salam,
Sukses Selalu
Bersedia Belajar
Reuni Alumni
bersediabelajar On 23.01
Menyempatkan waktu di tengah kesibukan kita masing-masing untuk
menghadiri acara reuni ini. Reuni ini mungkin masih sangat terbatas untuk
angkatan kita saja. Itupun beberapa diantara alumni yang diberitahu tentang
acara ini, diajak dan diundang sebagian tidak bisa hadir. Mungkin jika Tuhan
kehendaki, di tahun-tahun mendatang kita dapat melaksanakan reuni
seperti ini lagi…
Berlalunya waktu, banyak hal yang berubah tentang teman, sahabat
yang dulu bersama-sama beribadah di GBT Kedung Gede. Banyak kenangan yang masih teringat di masa-masa
lalu, biarlah kita mengambil hal yang baik/positifnya dari kenangan mamasa lalu
kita semua.
Mengapa kita harus reuni? Itu karena kita pernah berkumpul
bersama, dan kita ingin kesan itu kembali hadir di kekinian. Menarik masa lalu
ke dalam masa kini, dan itu semakin menyadarkan betapa banyak hal yang berubah
pada diri kita masing-masing. Butuh sedikit waktu untuk mengembalikan ingatan
masa lalu, dan karena itu kita perlu membaur dan saling membantu mengingatkan
hal-hal kecil yang dapat membuka ingatan tentang banyak hal. Salah satu tujuan
reuni membangkitkan kenangan yang baik untuk menyongsong masa depan kita
masing-masing berjalan sesuai dengan rencana dan kehendakNya. Biarlah nama
Tuhan selalu ada dalam hidup kita, dan selalu kita utamakan dan junjung tinggi.
Doa kita bersama, reuni ini dengan mengusung tema: Kasih Yang
Mempersatukan, oleh kasiNya, kita selalu dipersatukan Tuhan sebagai teman,
saudara dan kerabat untuk membawa kemuliaan namaNya.
Guru Lama - Guru Baru
bersediabelajar On 02.01
S ambil ngobrol asik nyemil makanan
ringan, pada waktu siang hari selesai mengajar. Seorang rekan kerja tiba-tiba
masuk topik pembicaraan yang sedikit menurut penulis agak “sensitive”. Bukan lagi membicarakan topic trending tweeter
yang sedang heboh hari ini, bukan juga topik politik yang semakin hangat
akhir-akhir ini, melainkan menyoal tentang guru-guru yang statusnya sudah lama
bekerja di satu lembaga pendidikan. Beragam pendapat ke sana kemari obrolan
tersebut. Kesimpulan obrolan siang hari tersebut:
Pengaruh Seorang Guru
bersediabelajar On 06.50
G uru adalah sosok pribadi yang digugu dan ditiru oleh anak didiknya...Penulis pada usia yang masih belia, masih ingat kenangan masa lalu, pada waktu itu di usia kelas 1 SMP, ada seorang pribadi guru yang sangat berkesan di hati. Ia sangat berwibawa di mata anak-anak didiknya. Ia sangat disegani, bukan ditakuti yaa oleh para siswa yang diajarnya. Beliau tidak pernah memukul jika ada siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Jika kelas tidak ada guru karena berhalangan masuk, biasa di dalam kelas anak-anak akan ramai, suasana kelas bisa gaduh. Jika dari beberapa meter kedengaran sepatunya dari bapak guru yang disegani oleh anak-anak berjalan menuju kelas yang tidak ada gurunya, sontak saja kelas itu akan secara spontan menjadi hening...anak-anak yang tadi rame, akan menjadi berhenti ributnya...






