}

3.20.2012

Tenang Ditengah Badai

Apa mungkin bisa tenang ditengah badai? Badai kehidupan pasti akan mendatangi setiap orang baik dalam skala yang kecil atau sampai kepada skala yang besar. Banyak orang "ambruk" ketika badai melanda hidupnya, hanya orang yang memiliki roh yang kuat yang dapat tenang, dapat bertahan bahkan mencapai kemenangan dalam terpaan badai. Mari kita lihat ilustrasi / contoh berikut ini:....

Tenang Ditengah Badai.
Seorang wanita berada diatas sebuah kapal yang sedang dilanda oleh badai dahsyat ditengah Lautan Atlantik, berusaha untuk menenangkan anak2 dari kepanikan dengan mendongengkan cerita2 dari Kitab Suci. Pada akhirnya kapal tersebut dapat merapat di pelabuhan tujuan dengan selamat. Sang nahkoda yang secara diam2 sudah mengamati semua perbuatan heroik wanita tua itu, datang mendekatinya.
“Bagaimana ibu bisa tetap tenang ketika semua orang lain panik dan takut kalau kapal ini akan karam akibat badai tersebut?” Sang nahkoda bertanya keheranan. Begitu wanita itu menatap lembut kepadanya, sang nahkoda melihat
pandangan yang penuh dengan kedamaian dimatanya seperti yang ia selalu perlihatkan di sepanjang pelayaran tersebut.
“Saya mempunyai dua orang anak perempuan,” wanita Nasrani itu menerangkan. “Yang seorang tinggal di New York. Yang lainnya sudah berada di Surga. Saya tahu bahwa dalam beberapa jam lagi saya pasti akan bertemu dengan salah satu diantaranya. Dan yang mana dari keduanya itu tidaklah menjadi masalah bagi saya.”


Coba bandingkan dengan kisah ini:

Tenang Ditengah Badai.
Silahkan membaca dari Matius 14:22 sampai dengan ayat 33.


22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" 28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." 29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."


Dapat disimpulkan dari 2 contoh yang berbeda dalam menghadapi badai, keduanya tenang dalam menghadapi badai, keduanya memiliki keyakinan yang teguh = roh yang kuat. Kalau kisah yang pertama karena memiliki keyakinan bahwa sebentar lagi akan bertemu dengan anaknya di sorga, sedangkan kisah kedua di atas, memiliki keyakinan bahwa "Yang berasal dari Atas, di atas segalanya", badai tersebut tidak akan dapat menenggelamkannya sebelum "waktu-Nya" karena Ia harus menyelesaikan pekerjaan-Nya dan baru setelah itu Ia kembali kepada Bapa. Segala kuasa ada didalam tangan-Nya. Apapun keyakinan seseorang pada saat ia menghadap badai kehidupan, itu yang akan pertama-tama mengendalikan hati dan pikirannya, dan selanjutnya dengan kekuatan rohnya ia dapat mengorganisasi pikirannya untuk dapat menghadapi dan melewati badai kehidupan yang melanda hidupnya, dan tentunya dengan pertolongan dan kekuatan-Nya....

Pertanyaan yang sangat mendasar adalah:"Apakah Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat pribadi ada dalam hidupnya?" Karena jika jawabanya "Ya, Dia ada dalam hidupku...!" Maka sesungguhnya, ia dapat menghadapi dan melewati badai kehidupannya seperti yang Yesus Kristus pernah hadapi dan lalui..."

Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi