}

3.19.2012

Reaksi Menghadapi Masalah

Reaksi setiap orang terhadap "badai" / masalah tentunya berbeda-beda. walaupun ada pepatah yang mengatakan "badai pasti berlalu" tetapi yang perlu diingat adalah bahwa setiap badai yang dilalui akan membawa kerusakan tergantung kuat atau tidaknya badai yang dilaluinya dan kuat atau tidaknya dari fondasi tempat yang dilandanya...Bagaimana reaksi Anda ketika menghadapi "badai"?
Mari kita lihat ilustrasi di bawah ini:

Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.
Di gelas pertama ia masukkan TELUR. Di gelas kedua, ia masukkan WORTEL. Dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI.
Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:
WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK, TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS, dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.
Lalu sang ibu menjelaskan: “Nak, MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. Kita bisa menjadi:
Lembek seperti wortel. Mengeras seperti telur. Atau harum seperti kopi.
Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air … mereka malah berubah oleh air, sementara kopi malah mengubah air, membuatnya menjadi harum.”


Memang ketika "masalah" terjadi (baik besar / kecil) setiap orang akan menanggapinya dengan cara berbeda, ada yang menjadi stress, shock dan down, menjadi negatif dan pesimis, menjadi marah dan mendendam, ada juga yang tenang ditengah "badai", tetapi biarlah setiap kita menjadi seperti "kopi" ketika menghadapi "air yang panas" untuk setiap masalah yang datang, dan melalui kekuatan dari hidup kita dapat  mengubah setiap masalah-masalah itu menjadi hal yang terbaik / harum pada kehidupan yang kita jalani...Untuk itu milikilah: roh yang kuat, cara pandang yang positif dan benar...

Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi