}

1.17.2012

Buta atau Melihat

Banyak orang memiliki mata tetapi sesungguhnya tidak melihat. . ..Realitas keadaan yang kasat mata saja tidak dapat dilihat dengan jelas apalagi hal-hal yang tidak kasat mata. Dan hal itu terjadi berulang-ulang kali dari waktu ke waktu. Mengapa hal itu bisa terjadi. Dan apakah aku termasuk "yang melihat tetapi sesungguhnya tidak melihat". Jangan cepat-cepat menjawab jika belum membaca pembahasannya. Apakah Anda siap? Jangan-jangan Anda dibuat terkejut / tersentuh ketika nanti membacanya....
(mudah-mudahan tersentuh dan terjadi tranformasi, revolusi, solusi dan resolusi untuk kehidupan Anda).

Perhatikan kisah berikut ini:


"Terdapat seorang gadis buta yang membenci dirinya karena ia buta. Ia membenci semua orang kecuali pacarnya yang sangat mengasihinya. Ia memberitahu pacarnya,"Jika saja aku dapat melihat dunia ini, aku akan menikah dengan engkau."

Suatu hari seseorang menyumbang sepasang mata kepada gadis ini. Saat perban dibuka, gadis itu buat pertama kali dapat melihat segala sesuatu termasuk pacarnya. Pacarnya bertanya,"Sekarang engkau sudah dapat melihat dunia, sudikah kau menikah dengan aku?"

Gadis itu memandang pacarnya dan melihat bahwa ia buta. Melihat kedua kelopak matanya tertutup rapat membuatnya terkejut. Ia tidak menyangka pacarnya buta. Ia merasa tidak dapat menerima keadaan pacarnya dan hidup bersamanya seumur hidupnya, ia lalu menolak untuk menikah dengannya.

Pacarnya meninggalkan gadis itu dalam keadaan menangis dan beberapa hari kemudian meninggalkan sebuah nota bagi gadis itu:

"Rawatlah matamu dengan baik sayangku, karena sebelum mata itu menjadi milikmu, itu adalah milikku."

Siapakah yang sesungguhnya buta?".


Ketika saya membaca kisah tersebut yang bersedia belajar kutip dari www.christianchallengeandblessing.com, membuat hentakan tersendiri. Saya bergumam dan mengernyitkan dahi dengan helaan napas panjang,"ahhh...kisah tersebut mewakili kehidupan orang banyak...." Sekiranya kisah tersebut menjadi "alarm" yang hidup dan berbunyi di dalam sanubari kita dengan doa  dan seruan,"Tuhan hal itu jangan terjadi padaku...Aku tidak mau buta dengan realitas hidup ini baik untuk diriku atau kebutuhan disekelilingku....", dunia ini akan semakin jauh lebih baik......

Ada alat tes untuk mengetahui seseorang disebut buta warna atau tidak. Apakah ada alat tes untuk melihat kondisi seperti itu (hal-hal yang bersifat rohani?). Temukan jawabannya pada postingan bersedia belajar berikutnya. 


Semoga bermanfaat,
Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi