}

1.17.2012

Alat Tes Kesehatan Rohani

Ada alat tes untuk mengetahui seseorang disebut buta warna atau tidak. Begitu pula dengan alat-alat tes yang lainnya, seperti alat tes untuk mendeteksi kesehatan kita  (rekam medis). Yang lainnya alat tes untuk mengetahui kesehatan mental / jiwa seseorang. Demikian pula ada alat tes untuk melihat kondisi atau kesehatan rohani kita. Untuk mengetahui kesehatan rohani kita, banyak pilihan untuk mengambil alat tes yang dimaksud, kebanyakan orang menjadi bingung alat tes mana yang mau dipilih sebagai alat tes untuk mengetahui tes kesehatan rohaninya."Saya harus menggunakan alat tes yang mana?".Begitu seruan sebagian orang....
Kemudian dia mulai merenung dan berpikir seperti ini: "Jika memang Tuhan yang mengirimkan agama-agama yang ada di dunia ini, maka saya lebih baik bertanya kepada Tuhan yang mengirimkan agama-agama tersebut ada di dunia ini. Sebab kalau saya bertanya kepada pemimpin agama tertentu, tentang alat tes yang dimaksud, maka ia akan mengatakan: ini alat tes yang sahih dan benar. Masing-masing akan mengatakan bahwa alat tes mereka yang paling benar. Lebih baik saya bertanya kepada Tuhan Sang Pencipta saja." Wah ini tindakan yang "coba-coba" dalam memecahkan kesulitan teman saya tersebut. Berita terakhir yang diterima dari teman tersebut, ternyata ia menemukan alat tes yang dimaksud, tentunya dengan jawaban yang sangat memuaskan dan memberikan pertolongan kepadanya melalui doa yang dilakukan dengan  sungguh-sungguh selama 7 hari  berturut-turut . (hmmmm ada yang mau mencoba cara ini...?)...

Apa yang menjadi alat tes kita dalam hal rohani untuk dapat menunjukkan atau menolong kita dapat melihat realitas hidup kita dengan JELAS? Di sini, di postingan bersedia belajar, alat tes yang dimaksud yaitu melalui kitab suci, Alkitab.  Coba perhatikan perkataan Yesus seperti ini:
"Kata Yesus:"Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." Apa maksud dari pernyataan Yesus yang tegas tersebut?






" Kata "menghakimi" dari ayat tersebut di atas berasal dari kata Yunani, KRINĂ”, ayat ini sebenarnya berarti "membedakan, memisahkan." Maksudnya yaitu Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk membedakan orang-orang yang seperti si orang buta yang menjadi percaya dan orang-orang yang mengeraskan hati untuk menolak kebenaran yang nyata (dalam konteks bacaan tersebut dari Yohanes 9:1-41: orang buta sejak lahir yang disembuhkan Yesus, sedangkan yang mengeraskan hati menolak kebenaran,adalah orang-orang Farisi)." .



Istilah "buta" yang Yesus pakai dalam konteks ayat tersebut dalam artian "sesat," dan istilah "melihat" dalam artian mereka yang mau ditolong sehingga melihat kebenaran untuk memperoleh keselamatan.

Kiasan tersebut berlatar belakang dari kitab Yesaya 6:9-10 dan 42:18-20. Dalam ayat-ayat tersebut dinyatakan bahwa Dia (Sang Mesias) datang supaya barangsiapa yang tidak melihat (dan rela mengakui kebutaannya, seperti si orang buta yang disembuhkan) itu dapat melihat. Pengertian konteks dari ayat tersebut yaitu supaya mereka mengerti bahwa Dialah Terang Dunia dan Juru Selamat Dunia, yaitu Allah sendiri yang datang di dalam Yesus Kristus.

Tidak semua orang dapat "melihat"  hal-hal rohani  seperti terdapat dan yang dinyatakan di dalam Alkitab. Mari saya akan buktikan:
  1. Sarah tidak percaya, dia buta / "tidak  melihat" janji yang Tuhan janjikan  bahwa pada tahun depan ia akan mendapatkan anak. Karena "tidak melihat" janji Tuhan tersebut menyebabkan ia memberikan saran untuk Abraham mengambil gundiknya Hagar untuk mendapatkan anak untuknya (lihat Kejadian 15 dan 16). Dampak dari perbuatan tersebut, keturunan Ismail dan Ishak sampai hari menimbulkan permasalahan yang berkepanjangan...
  2. 10 pengintai pada masa kepemimpinan Yosua memimpin umat Israel menuju tanah perjanjian. Perintah untuk mengintai kota Yerikho. Pesan yang dibawa oleh 10 pengintai tersebut tidak benar dibandingkan 2 pengintai lainnya Kesepuluh pengintai tersebut tidak melihat apa yang Tuhan janjikan kepada umat Israel mengalahkan dan merebut kota Yerikho. Akibatnya satu generasi tidak dapat memasuki tanah perjanjian. Kehidupan terbuang dan disia-siakan....(lihat kitab Bilangan 13 dan 14).
  3. Pada masa Perjanjian Baru, sebagian besar orang Yahudi, terutama orang Farisi / Ahli Taurat, menolak Yesus Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan, Mesias yang mereka nanti-nantikan. Mereka lebih memilih Barabas pembunuh yang kejam untuk dibebaskan daripada Yesus pada masa pengadilan Romawi di bawah pimpinan Pilatus. Akibatnya mereka kehilangan keselamatan. Mereka mengalami kesusahan dan kehancuran yang berkepanjangan....Tetapi positifnya adalah bangsa-bangsa non Yahudi yang menerima kesaksian bahwa Yesus adalah Mesias Yang Dijanjikan, mengakui Yesus Kristus sebagai Anak Allah Yang Hidup beroleh keselamatan dan kehidupan kekal.
  4. Berapa banyak mereka yang mengaku beribadah kepada Allah sesungguhnya tidak mengalami kuasa ibadah. Allah yang mereka sembah tidak mengubah apapun dalam hidup mereka. Mereka hanya menjalankan ritual agama saja. Ada bentuk ibadah tetapi tidak ada kuasa ---> Bentuk tanpa kuasa. Ketaatan menjalanlakn ritual ibadah karena memang harus dilakukan tanpa mengalami persekutuan dengan yang disembah (hubungan timbal balik - dua arah) ---> Ketaatan tanpa hubungan.
Apa sebabnya? Alkitab menjelaskan:
  1. Ada SELUBUNG yang menutupi hati mereka (baca 2 Korintus 3:14-15)
  2. PIKIRANNYA telah dibutakan oleh ilah zaman ini (lihat 2 Korintus 4:3-4)
    Penjelasan ad.1.
    Pernyataan dari ayat tersebut ditulis oleh rasul Paulus. Pertanyaan yang akan muncul adalah:"Mengapa terjadi dernikian? Bagaimana pikiran mereka menjadi tumpul? Siapa atau apa yang menyebabkan hal ini? Apa selubung yang menyelubungi mereka ketika Hukum Taurat itu dibaca?" Dengan kita mengetahui penjelasannya, akan menolong kita melihat lebih JELAS tentang kondisi kerohanian kita juga. Paulus menggunakan perbandingan selubung yang menutupi wajah Musa pada waktu ia menyembunyikan pancaran kemuliaan Allah (2 Kor.3:13) untuk melambangkan kebutaan Israel pada masa lalu dan pada masa Paulus menulis pesannya, dan masa sekarang "jika mereka membaca perjanjian lama itu" (2 Kor.3:14). Berdasarkan sejarah umatNya dan pengalamannya sendiri, Paulus .mengetahui bahwa Firman Kitab Suci tentang "ketumpulan pikiran" Israel (3:14) dan kebutaan mereka adalah benar. Lalu apa yang menyebabkan kurangnya pemahaman penuh dan pandangan yang terhalang ini?

    Menurut Ulangan 29, dalam perayaan pembaruan perjanjian Musa mengatakan kepada umatNya bahwa walaupun mereka telah rnelihat dan mengalami perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar untuk mereka, mereka belum benar-benar memahami artinya, karena "sampai sekarang ini Tuhan tidak memberi kamu akal budi untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar" (Ulangan 29:4). Konteks ini menunjukkan bahwa terjadi pelanggaran terhadap perjanjian Allah-Israel oleh umat Israel. Kata-kata "Tuhan tidak memberi kamu ... " tidak berarti bahwa Tuhan menyebabkan ketidaktaatan mereka, tetapi jika mata dan telinga dan pikiran mereka sesuai dengan Tuhan pekerjaan Allah yang besar untuk mereka akan dapat dimengerti; sebagaimana seharusnya yaitu, sebagai bukti kasih dan kesetiaan Allah (Keluaran 34:6). Dengan tidak "memberikan kepada mereka akal budi untuk mengerti "Allah membiarkan pikiran mereka menjadi tumpul.

    Hubungan yang sama misteriusnya antara keputusan manusia dan tindakan ilahi ini diungkapkan dalam panggilan nabi Yesaya, di mana kepadanya dikatakan bahwa Firman Allah yang akan disampaikannya kepada umat Israel akan membuat hati mereka keras, telinga mereka berat mendengar, dan mata mereka melekat tertutup (Yesaya 6:10). Ini merupakan pendahuluan nubuat dari apa yang benar-benar terjadi sebagai akibat dari nubuat Yesaya: bangsa itu terus bersikap tidak taat dan menuju kejatuhan dan pembuangan bangsa. Karena ini merupakan akibat dari Firman Tuhan yang diberitakan oleh Yesaya, dapat dikatakan bahwa Tuhan "menutup mata mereka." Apa yang dinyatakan di sini adalah tidak adanya pembedaan secara tepat antara penyebab utama dan penyebab sekunder dalam pemikiran Ibrani. Karena Allah berkuasa, maka kehendak dan kebebasan manusia untuk mengambil keputusan yang sejalan atau bertentangan dengan Allah seringkali digolongkan dalam kekuasaan i1ahi.

    Rasa tanggung jawab individu dan bersama yang meningkat di hadapan Allah tercermin dalam terjemahan Kitab Suci Ibrani dalam bahasa Yunani. Di situ bahasa Ibrani dari Yesaya 6:10, "Buatlah hati bangsa ini keras ... " diterjemahkan, "Hati bangsa ini telah menjadi keras, mereka hampir tidak mendengarkan dengan telinga rnereka, dan mereka telah menutup mata mereka." Para penerjemahnya berpendapat bahwa arti bacaan kitab Yesaya ini adalah ketidaktaatan Israel menyebabkan kurangnya pengertian mereka.

    Latar belakang Perjanjian Lama inilah yang dicerminkan dalam pernyataan Paulus "pikiran mereka telah menjadi tumpul." Dan penolakan terhadap Mesias ini menunjukkan bahwa sampai "pada hari ini" pemberontakan mereka terhadap Allah terus berlangsung. Itulah selubung yang masih ada. Kapan saja "mereka membaca kitab Musa" (atau Hukum Taurat 3:15), selubung itu tetap ada. Karena seperti dinyatakan oleh Paulus, Hukum Taurat hanya dapat mengungkapkan dosa manusia, tetapi tidak dapat menyelamatkan (Roma 3:20). Tetapi, jika seseorang berpaling kepada Allah, kata Paulus menyimpulkan, selubung itu akan diambil (3:15).

    Kesimpulan itu jelas timbul dari pengalaman Paulus sendiri. Dalam usahanya untuk mentaati Hukum laurat, ia mendapatkan dirinya menentang tujuan Allah yang benar. Dalam Kristus tujuan yang benar itu telah diungkapkan; bukan secara tidak langsung, melainkan secara langsung. Karena itu, kita dapat "mencerminkan kemuliaan Tuhan" (3: 18 ). Selubung ketidaktaatan dan ketumpulan telah diangkat (sebagian penjelasan diambil dari: Manfred T Brauch, Ucapan Paulus yang Sulit, SAAT Malang, p. 174-178).

    JADI selubung tersebut disebabkan KETIDAKTAATAN dari umat Israel yang menyebabkan KURANGNYA PENGERTIAN / KETUMPULAN PIKIRAN. Aplikasinya dalam kehidupan kita adalah: apabila kita sering melakukan KETIDAKTAATAN kepada perintah-perintah-Nya dari firman Allah yang kita baca, firman yang kita dengar atau kita ketahui, hal itu akan MENYEBABKAN mengalami kekurangan pengertian terhadap hal-hal dari Allah (tumpul rohani). Jika ketidaktaatan tersebut berlangsung lama akan menimbulkan KEBUTAAN ROHANI, seperti kasus umat Israel. Coba perhatikan penegasan dari kebenaran ini:
    "Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah (Roma 10:1-3).

    Banyak orang Kristen tidak menyadari hal ini. Walaupun mereka sering membaca Alkitab, jika mereka mau berhenti sebentar saja untuk merenungkan atau mengevaluasi rohani mereka, dan jika mereka JUJUR tentang kondisi kehidupan rohani mereka, semestinya mereka akan tekejut menemukan: bahwa ternyata kehidupan rohani mereka dari hari ke hari, minggu ke minggu dan tahun ke tahun tidak pernah beranjak maju dan dewasa (saya nanti akan menuliskan pembahasan ini dengan judul: MUSUH ALLAH. Materi tersebut sangat menarik sekali karena menggambarkan hal-hal yang tidak disadari atau tidak diketahui banyak umat Tuhan justru telah merugikan dan menghambat kehidupan ilahi dari Tuhan yang semestinya diterima oleh umat Tuhan secara berlimpah-limpah. Ini sungguh memang sangat disayangkan. Lihat saja pada pembahasan pada postingan berikutnya).Bagaimana hal itu bisa diketahui? Dari semenjak Anda menjadi orang percaya, cek saja dari mulai buah-buah Roh (lihat Galatia 5:22-23) atau buah-buah karakter apakah itu bertumbuh dan berbuah lebat dalam hidup Anda? Persekutuan dengan Tuhan lewat doa pribadi Anda, apakah itu semakin bertumbuh, waktu demi waktu semakin hati Anda ingin terus dekat dengan Dia, waktu-waktu doa Anda dengan Tuhan menjadi waktu yang dilewati dengan kegairahan. Kuantitas dan kualitas doa Anda terus bertumbuh. Mari kita mau periksa dengan jujur kehidupan rohani dan membuat langkah-langkah perbaikan atau peningkatannya. Tuhan sudah peringatkan kita agar "waspada dan berjaga-jaga", Dia pun sudah memberikan perumpamaan 5 wanita yang bodoh dan 5 wanita yang bijaksana, perumpamaan itu mewakili dan menggambarkan realita yang sesungguhnya: dua kondisi atau keadaan yang benar-benar peduli terhadap kehidupan rohaninya dengan yang menganggap enteng / rendah, antara yang sungguh-sungguh menyiapkan dirinya untuk kehidupan kekal dengan yang sembrono / tidak mempersiapkan diri dengan baik. Pertanyaan yang perlu diajukan kepada kita masing-masing:"Dimana sekarang posisi kita?.......".


    Semoga Bermanfaat - Sukses Selalu,
    Bersedia Belajar




    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    “Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

    Daftar isi

    Daftar Isi