}

11.20.2014

Program Pemulihan Pasutri



M
oment of Unity Jakarta 2014
MoU adalah sebuah program pemulihan yang dikemas bagi pemulihan pernikahan pasangan suami isteri. MoU mengajar para suami-istri untuk meningkatkan kualitas pernikahan, keluarga dan akhirnya tentu putra-putri mereka.
Lewat VISI Moment Of Unity  “Membangun Keluarga,  Melahirkan Generasi Mulia” dan  MISI  Moment Of Unity  “Memperlengkapi Suami-Istri dengan Prinsip-prinsip Kebenaran tentang Pernikahan dan Membangun Generasi” dan “Memampukan Suami-Istri untuk mengajarkan prinsip-prinsip ini kepada Pasangan Suami-Istri lain." MoU Jakarta kembali mengadakan program pemulihan  untuk pasutri yaitu tepatnya pada tanggal 31 Oktober – 2 Nopember 2014 (retreat) dan dilanjutkan dengan kelas pembinaan pada tanggal 7 dan 15 Nopember 2014. 
Sebanyak 65 pasang suami istri dengan dipandu oleh 12 Group Leader (Pembina)  terdaftar pada acara MoU Jakarta tahun 2014 ini. Dari usia pernikahan mereka yang masih baru sampai kepada pasangan yang usia pernikahan mereka di atas 20 tahun, semua peserta dengan antusias mengikuti acara retret MoU tersebut. Untuk acara retretnya dilaksanakan di hotel Grand Pesona, Sukabumi, Jawa Barat, acara program pemulihan pasutri yang sudah banyak memberkati dan memulihkan pasangan suami istri, program acara yang untuk sebagian orang ditunggu-tunggu kehadirannya. 
Selama 3 hari 2 malam,  retret MoU Jakarta di Grand Pesona diselenggarakan,  setiap peserta mendapatkan 10 prinsip pengajaran yang membuka hati dan pikiran. Setiap pasang suami istri yang hadir mendapatkan pencerahan  yang menyadarkan kondisi pernikahan mereka. Prinsip-prinsip kebenaran yang diajarkan memberi motivasi dan pemulihan bagi setiap hubungan pasutri, dan pernikahan mereka dikuatkan.
Kesaksian dari salah satu peserta MoU di bawah ini, adalah bukti nyata pemulihan yang Tuhan kerjakan dari sekian banyak pasutri yang memberikan kesaksian apa yang mereka terima pada Moment of Unity Jakarta kali ini, mari kita coba simak kesaksiannya:

Ø  Bapak Frangky dan Ibu Rini dari gereja Abbalove Selatan
Mereka telah menikah selama 18 tahun. Dalam rangka ulang tahun pernikahan mereka, bapak Frangky  sudah buat rencana untuk jalan-jalan ke Bangkok. Selama ini pak Frangky sibuk dengan pekerjaan.  Rencana honey moon dipersiapkan dengan matang. Tetapi entah kenapa tidak seperti biasanya ajakan dari suaminya untuk jalan-jalan tersebut kurang ditanggapi dengan semangat. Ibu Rini sangat memiliki keinginan untuk mengikuti MoU yang diadakan pada tanggal 31 Oktober – 2 Nopember 2014 di Sukabumi. Untuk itulah ia coba ajak suaminya untuk mengikuti acara retret MoU tersebut  yang sesungguhnya ia sudah pendam selama kurang lebih dua tahun belakangan ini. “Buat apa ikut Mou, kita sudah melayani, sudah banyak tahu kebenaran firman Tuhan, yang penting kita tidak perlu banyak teori, tetapi sesungguhnya yang penting kita taat melakukan…” Demikian beberapa pernyataan yang dilontarkan pak Frangky kepada ibu Rini. Mereka merasa pernikahan mereka baik-baik saja, tidak ada masalah. 
Malam itu setelah mendengar jawaban ketidak-setujuan suaminya untuk mengikuti acara retret MoU,  ibu Rini masuk kamar mandi sambil berdoa dengan seruan yang sungguh kepada Tuhan: ”Tuhan saya ingin mengikuti MoU, bukakan jalan…” Keesokan harinya, ketika dia melihat gadget bb-nya, tampak pada recent updates muncul display picture, alangkah kagetnya ibu Rini pada  dp dari bb temannya itu terpampang keterangan tentang acara MoU yaitu: “Pra MoU akan diadakan pada tanggal 28 Oktober 2014 pukul 18.30 di MTH Square – Jakarta Timur”,  spontan saja dia langsung menghubungi temannya tersebut, dengan semangat dia coba menanyakan tentang pendaftaran MoU tersebut, tetapi pendaftaran MoU sudah penuh, ia hanya kebagian waiting list, dapat mengikuti MoU kalau ada peserta yang mengundurkan diri. Sungguh ia sangat menyesalkan kenyataan yang ia  sedang hadapi, mengapa ia tidak mendapat berita tentang adanya acara MoU jauh-jauh hari sebelumnya. Walaupun demikian, ia memberikan pesan kepada temannya segera menghubungi kalau ada peserta MoU yang mengundurkan diri, sehingga ia dan suaminya bisa mengikutinya.
Pucuk dicinta ulam tiba, berita yang ditunggu-tunggu akhirnya dia terima, temannya tersebut menghubungi pada keesokan harinya bahwa ada peserta MoU yang mengundurkan diri. Tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia langsung mengabarkan kepada suaminya apakah bersedia mengikuti acara retret MoU. Yang dijawab oleh suaminya,”Terserah kamu sajalah…”
Jawaban suaminya yang tidak begitu antusias adalah dikarenakan bahwa pada hari sebelum mereka memastikan akan mengikut MoU mereka sedang dalam keadaan bertengkar hebat, bapak Frengky sedang marah besar dikarenakan rencana honey moon yang sudah direncanakan dan dipersiapkan menjadi batal karena keinginan ibu Rini untuk mengikuti MoU. Dugaan bahwa pernikahan mereka baik-baik saja, pernikahan mereka dalam keadaan tidak ada masalah justru kenyataan nya tidaklah demikian, karena ketika sesi demi sesi mereka mendengarkan prinsip yang dibagikan pada acara Moments of Unity tersebut menyingkapkan keadaan mereka sebenarnya. Mereka terkejut, karena banyak “ternyata” nya yang tidak mereka sadari. “Ternyata-ternyata” yang tidak pernah mereka sadari sebelumnya, yang membuat hubungan pernikahan mereka menjadi tidak harmonis dan hal itu tentunya cepat atau lambat mengancam dan  membahayakan bahtera rumah tangga mereka jika mereka tidak segera memperoleh proses pemulihan dan kesembuhan dari Tuhan. Lewat prinsip kebenaran yang dibagikan, mereka disadarkan bahwa pernikahan mereka membutuhkan pemulihan.Kurun waktu selama 18 tahun pernikahan mereka yang sudah dijalani, ternyata mereka saling menuntut perubahan satu dengan lainnya. Tuntutan yang membawa luka satu dengan lainnya. Selain itu, mereka disadarkan bahwa sesungguhnya selama ini mereka  kurang bahkan tidak sama sekali memperdulikan dengan apa yang disebut dengan “bayi kesatuan” pernikahan mereka.  Bersikap egois. Kurang memperhatikan untuk mengisi “tangki”  kebutuhan emosional pasangannya. 
Lewat moment retreat MoU ini, mereka sekarang berlomba untuk mengisi “tangki”  kosong kebutuhan emosional pasangannya. Pernikahan mereka dipulihkan, mereka saling mengampuni dan saling menerima pasangannya apa adanya dengan pengertian yang diperbaharui: ”Perubahanku adalah tanggung jawabku, perubahannya aku percaya firmanNya”.  Karena sangat diberkati dengan di MoU,  bapak Frangky menyatakan dengan senang hati dan antusias bahwa: ”Saya bersedia jadi marketer untuk Moments of Unity yang berikutnya, dengan tujuan untuk memberikan  motivasi dan mermberi rekomendasi kepada teman-temannya agar mereka mengikuti acara MoU…Seperti mereka mengalami pemulihan setelah mengikuti program MoU, mereka juga ingin pasangan yang lainnya mengalami pemulihan yang sama seperti yang mereka telah alami…. ”
Bagaimana dengan Anda, apakah pernikahanmu seolah baik-baik saja, tidak ada masalah padahal kenyataannya tidak demikian?  Atau Anda dengan pasanganmu sedang menghadapi situasi yang sulit dan diambang perceraian…?  Apapun kondisi yang sedang dihadapi pada pernikahanmu, jika Anda belum pernah mengikuti program MoU ini, mari jangan sia-siakan kesempatan untuk mengalami pemulihan dengan mengikuti Moment of Unity berikutnya….

Jakarta, 19 November 2014




Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi