}

7.17.2011

Power of Words

Melanjutkan kisah di postingan sebelumnya. Lalu si bapak yang bijaksana menjawab dengan pelan dan berwibawa:
"Itu tergantung pada tanganmu Nak. Mati dan hidupnya ada dalam tanganmu.Sebab jika saya katakan hidup, maka kamu dengan mudahnya menekan atau meremukkan burung itu sehingga kamu akan katakan burung merpati itu mati. Sebaliknya jika kalau saya katakan mati, burung merpati itu akan kamu biarkan hidup...."

Mendengar jawaban dari bapak tua yang bijaksana tersebut, terperangahlah anak-anak itu. Lalu Andi mengatakan," Hebat, luar biasa, bijaksana sekali jawaban bapak...."

Para pembaca postingan ini yang budiman, hikmat dari cerita di atas adalah melalui tangan kita, semua kita bisa menghadirkan kematian atau kehidupan, ditangan kita ada kehidupan dan kematian. Kemana kita pergi, apakah kita membawa kematian atau kehidupan baik bagi orang lain atau bagi diri kita, orang-orang terdekat yang kita cintai. Ketika kita dengan senang hati menolong orang lain tanpa pamrih, menghibur dan mengkuatkan tangan-tangan yang sedang goyah oleh karena sedang didera oleh berbagai macam cobaan dan ujian kehidupan, sesungguhnya kita sedang membawa "seteguk air kehidupan" bagi yang menerimanya. sebaliknya ketika kita menghindar, mencemooh, mengkritik / menghakimi dengan kejam, memukul dan menganiaya bahkan menciderai orang dengan tangan kita, bukankah sesungguhnya kita sedang membawa kematian bagi mereka?

Apakah tanganmu membawa kematian atau kehidupan? Kitalah yang harus menjawabnya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi