}

3.02.2012

Pengambilan Keputusan

Salah seorang pemimpin dalam sebuah organisasi mengatakan dalam sebuah meeting untuk menentukan suatu kebijakan organisasi mengatakan:"Keputusan harus mempertimbangkan yang obyektif dan faktual dengan faktor politis." Benar, keputusan yang diambil dalam menentukan kebijakan apalagi yang menyangkut nasib seseorang dalam pekerjaan perlu dipertimbangkan dari berbagai sudut pandangan yang obyektif, faktual dan faktor lainnya baik faktor politis, sosial, moral  juga hati nurani
Biasanya dasar pengambilan keputusan dilakukan dengan dasar pertimbangan:
  1. pemahaman akan moment yang akan diputuskan
  2. kesiapan dalam menanggung resiko dengan melihat pandangan ke depan
  3. masukan-masukan dan saran dari penasehat
  4. memiliki pikiran yang jernih dan hati yang tenang 
Ada tips lainnya yang dapat dijadikan acuan dalam mengambil keputusan seperti berikut ini:
Tetap Tenang
Takut, khawatir, waswas adalah hal yang wajar ketika kita harus mengambil keputusan yang sulit. Apalagi jika kita harus menghadapi risiko yang tinggi pula.
Analisis Situasi
Analisis ini diperlukan untuk memahami betul kekuatan dan kelemahan kita saat itu, serta kekuatan dan kelemahan pihak-pihak lain yang harus kita hadapi dalam pengambilan keputusan sulit tersebut, bagaimana reaksi mereka terhadap berbagai kemungkinan alternatif keputusan yang akan diambil. Selain analisis terhadap personel, kita juga perlu menganalisis lokasi, sarana, prasarana, dan kondisi kemampuan keuangan. Pendeknya, kita perlu menganalisis segala aspek yang terkait dengan keputusan yang harus kita ambil tersebut.
Berbagai Alternatif
Setelah situasi sudah kita pahami dengan benar dan kenali dengan baik, kita bisa menyusun berbagai alternatif skenario yang bisa kita ambil. Alternatif skenario ini penting agar kita bisa mengantisipasi dampak baik ataupun buruk tiap skenario keputusan yang kita ambil. Misalnya, apakah kita akan menunda untuk memulai usaha sendiri? Jika ya, apa dampaknya? Apakah kita akan memutuskan untuk berhenti dari tempat kerja dan memulai usaha sendiri dalam enam bulan ke depan? Jika memang demikian, skenario apa yang mungkin terjadi, adakah yang perlu kita siapkan dari sekarang?
Berapa dana yang kita dapatkan, berapa dana yang kita miliki, berapa dana yang diperlukan? Apa saja yang harus dipersiapkan: jenis usaha yang akan dijalankan, lokasi usaha, fasilitas dan perizinan yang diperlukan. Adakah alternatif lain dari memulai usaha sendiri: berkolaborasi, membeli franchise, atau sekadar menanamkan modal dalam bentuk investasi saham, properti?
“Kondisi Terburuk”
Sering kali dalam mengambil sebuah keputusan sulit, kita dihadapkan pada kemungkinan terjadinya risiko terburuk. Untuk itu, kita perlu memikirkan skenario terburuk yang mungkin saja terjadi. Ini penting untuk kita lakukan. Alasan pertama adalah agar kita bisa memikirkan strategi terbaik untuk menghindari terjadinya skenario terburuk tersebut. Alasan kedua adalah untuk meminimumkan risiko yang mungkin timbul jika skenario terburuk ini yang harus diambil. Selain itu, dengan mengantisipasi adanya skenario terburuk, kita bisa mempersiapkan diri lebih matang untuk menghadapi skenario terburuk tersebut, dan mencari celah lain untuk menghindari terjadinya skenario terburuk ini.
Cari Dukungan
Dalam menghadapi keputusan yang sulit, setelah kita menganalisis kondisi dan opsi yang ada, serta mengantisipasi skenario terburuk yang mungkin harus kita ambil, kita bisa mencoba menganalisis dukungan apa yang bisa kita dapatkan atau yang bisa kita cari. Siapa saja orang-orang yang bisa kita hubungi untuk dukungan, saran, dan nasihat. Dukungan ini penting, karena dengan berbagai dukungan, beban kita terasa lebih ringan, dan kualitas keputusan yang kita ambil juga bisa lebih baik dan lebih matang.
Dengan sumbangan berbagai pikiran, dampak negatif dari keputusan sulit tersebut bisa dikelola dengan lebih baik, sehingga hasil negatifnya minimum, dan dampak positifnya bisa maksimum.
Fokus pada Solusi
Selanjutnya, kita bisa menganalisis lagi berbagai masukan yang kita terima dengan saksama. Karena keputusan tetap di tangan kita, dan kitalah yang akan mengalami dampak terbesarnya, maka kita bertanggung jawab untuk memilih alternatif yang terbaik. Dalam memilih alternatif terbaik, kita perlu fokus pada alternatif skenario yang memberikan solusi terbaik dari keadaan yang kita alami tersebut. Setelah keputusan kita ambil, persiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi, dan yakinlah bahwa itulah keputusan terbaik yang bisa kita ambil saat itu. (source: http://dmilano.wordpress.com/2010/10/28/bagaimana-cara-mengambil-keputusan).

Dan ini tips penutup yang diambil dari renungan spirit (http://www.renungan-spirit.com/aneka-tips/mengambil_keputusan.html)
Satu, libatkan Tuhan di dalam setiap keputusan kita. Mengapa? Meski kita bisa menentukan, tapi Tuhanlah penentu dari setiap keputusan (Amsal 16:9). Jika kita terlalu mengandalkan pemikiran kita sendiri dan tidak melibatkan Tuhan di dalamnya, kemungkinan besar keputusan yang kita buat akan keliru. Bagaimana kita tahu kehendak Tuhan dalam keputusan yang hendak kita ambil? Milikilah kepekaan dengan suara Tuhan. Hal ini hanya kita dapat jika kita memiliki persekutuan yang intim dengan-Nya setiap hari.
Dua, jangan takut untuk mengambil keputusan. Beberapa orang takut mengambil keputusan, akibatnya bukan kita yang mengambil keputusan tapi keadaanlah yang memberikan keputusan bagi kita. Ini kesalahan yang sangat fatal. Jika kita sudah memohon petunjuk Tuhan, buatlah keputusan dan yakinilah bahwa itu keputusan yang terbaik.
Ketiga, milikilah hikmat dalam mengambil keputusan. Jangan ambil keputusan secara emosional, tapi gunakanlah pertimbangan yang masak. Dengan pertimbangan yang matang kita mampu berpikir secara rasional dan menghitung plus minus dari setiap keputusan yang hendak kita ambil. Milikilah hikmat Tuhan dan kita pun jadi lebih bijak dalam mengambil keputusan dan melangkah. Dengan demikian keputusan yang kita ambil adalah benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan bagi hidup kita. Jangan takut buat keputusan selama kita menggunakan hikmat Tuhan dan melibatkan Tuhan.

Yang penting adalah intuisi di dalam kita, terkadang Tuhan memberikan hikmat kepada setiap kita ketika kita mencari pimpinan-Nya dalam mengambil keputusan. Carilah Dia dengan sungguh-sungguh sampai mendapatkan suatu impresi atau keyakinan, dan percayalah bahwa Dia senantiasa akan memberikan pimpinan-Nya untuk kita dapat mengambil keputusan yang tepat dan juga benar....

Semoga bermanfaat,
Salam,
Sukses Selalu

Bersedia Belajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi