}

12.08.2011

Set Me Free

Setiap kita, siapapun dan di manapun kita berada, pasti menginginkan kebebasan. Pasti ketika orang terikat, entah oleh apapun bentuknya, ingin sebisa dan sesegera mungkin untuk dapat lepas dari ikatan tersebut. Tetapi yang sangat memprihatinkan, atau bisa dibilang sangat tragis, keterikatan tersebut tidak bisa terlepas dari mereka....Walaupun demikian, karena kebaikan, belaskasihan dan kemurahanNya, ada juga dari mereka yang terikat tersebut yang dibebaskan.
      Bersedia belajar masih ingat kejadian beberapa waktu yang lalu, ketika ada seorang remaja putri dan putra berusia 15 tahun, mereka masing-masing kelas 2 sekolah Menengah (High Senior School) di sekolah yang berbeda, bertemu, membicarakan beberapa hal, pada kesempatan yang berbeda tersebut, remaja putri tersebut menceritakan dengan jujur bahwa ia keterikatan obat-obatan. Dan ketergantungan dengan obat-obatan yang terlarang tersebut sudah tingkat yang parah, karena ia harus konsumsi pagi, siang dan sore / malam. Apabila ia terlambat atau tidak melakukannya, maka tubuhnya akan menggigil, bahkan ia menceritakan ia bisa menubrukan/menabrakan badannya ketembok. Akibat dampak ketagihannya tersebut, konsetrasi sekolah dan kesehatan tubuhnyapun mengalami gangguan... Bersyukur kepada Tuhan, ia dengan orang tuanya mau mencari pertolongan. Beberapa hari kemudian setelah pengakuannya yang jujur tersebut, bersama ayahnya, ia datang malam hari ke rumah bersedia belajar, lalu kami berdoa dan menumpangkan tangan atasnya. Memang pada saat selesai berdoa, tidak terjadi apa-apa. Tetapi kuasa Tuhan bekerja, beberapa hari kemudian ia menceritakan, bahwa ia sudah tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan, padahal, hal itu belum pernah ia alami sebelumnya ketika obat-obatan tersebut sudah mencengkeram / mengikat hidupnya.Ia menceritakan sebelum ia mengalami pembebasan dari keterikatannya tersebut bahwa pengalaman pertama kali memakai obat-obatan tersebut dimulai ketika temannya menawarkan secara gratis, dan ia sangat terkejut sekali ketika ia sudah terikat (kecanduan) mengkonsumsi zat adiktif tersebut, ia menggambarkan bahwa hidupnya seperti sedang berjalan dari pinggir pantai ke arah kedalaman laut, dan ia tidak bisa lagi balik ke arah pantai....
        Kalau kisah dari remaja putra, kejadiannya juga berlangsung di rumah bersedia belajar, ketika ia dengan temannya berkunjung. Dan pada hari itu, pada saat kita kita sedang berbincang-bincang, tiba-tiba ia manifestasi - ada kekuatan lain menguasai remaja putra tersebut. Bersyukur kepada Tuhan, karena kuasaNya, ia dapat dibebaskan dari kuasa yang menguasainya. Setelah ia dibebaskan, ia menceritakan bahwa ia belajar taichi, sering meditasi, menyerap kekuatan alam. Kemungkinan besar, hal itulah yang menyebabkan kekuatan lain tersebut - roh-roh jahat - menguasai dan mengikat hidupnya.

       Ada satu kisah lagi, yang cukup dramatis juga yang bisa dibaca bagaimana kisah pembebasannya dari pengaruh penganut gereja setan (sebenarnya lebih tepat aliran penganut setan). Kisahnya bagai skenario film horor saja. Silahkan membacanya di bawah ini


Penganut Aliran Setan dibebaskan – Part 2


Sejak itu mulai muncul keraguan dalam hati saya. Di gereja setan, saya hanya melihat kematian dan kehancuran. Bayi-bayi dibunuh oleh para pendeta dan kemudian dikorbankan. Satu-satunya cara untuk bisa selamat adalah memakai obat. Bersama satu gadis lainnya, saya memberontak. Kami melarikan diri saat ibadah berlangsung dan pergi ke jalan kami sendiri. Suatu hari, gadis itu menelpon saya sambil menangis – saya harus membantu untuk menyelamatkannya saat itu juga! Kemudian, saya menolong dia dan bersama dengannya pergi ke satu keluarga Methodis yang ia kenal dan sudah menyediakannya tempat untuk tinggal. Tidak lama kemudian, orang-orang gereja setan membunuhnya. Pembunuhan tersebut juga digunakan sebagai peringatan bagi gadis yang lain, termasuk saya – untuk tidak pernah berani meninggalkan gereja setan.
“Tidak lama setelah kejadian tersebut, saya menonton sebuah film,”The Blairwitch Project” Selama film diputar, sebuah penutup telah diambil dari mata saya. Saya sadar bahwa jika saya menampakkan diri lagi di gereja setan maka saat itu akan menjadi akhir dari hidup saya. Kemudian saya mendatangi kenalan, satu keluarga Kristen, tetapi tidak lama kemudian orang-orang gereja setan telah mengetahui keberadaan diri saya. Mereka mencoba untuk menculik saya, tetapi saya menggagalkannya dengan menjerit lantang di tengah jalan. Keluarga Kristen yang mengijinkan saya tinggal di rumah mereka menjadi ketakutan. Dengan tujuan menakuti-nakuti kami dan menunjukkan kepada saya bahwa mereka telah mengetahui keberadaan saya, para anggota gereja setan meletakkan barang-barang untuk upacara ritual di sekeliling rumah, sepanjang malam dan juga mengeluarkan kata-kata kutukan. Tindakan ini terbukti efektif, kelauarga tersebut akhirnya meminta saya untuk pergi meninggalkan rumah mereka. Bersama dengan pendeta gereja, mereka membakar semua barang-barang milik saya dan kemudian mengirim saya ke wanita lain yang sudah terbiasa menangani segala hal yang berhubungan dengan berbagai praktik sihir.
Saya yakin, para anggota gereja setan ini pasti akan berhasil menangkap saya. Saya mengambil beberapa dosisi heroin terakhir dan pergi ke suatu rumah, tempat tinggal Angela Greening. Sesampainya di rumah dia, saya membuka pintu tanpa menyentuhnya dengan kekuatan supranatural. Tetapi tangan Angela Greening menghentikan pintu itu sehingga hanya terbuka setengah.”Tidak boleh begitu, sayangku!” kata dia dengan penuh kuasa. Di belakangnya, saya melihat cahaya yang besar.”Jangan kuatir, mereka itu malaikat pribadiku.” Ucapa Angela sambil tertawa. Itulah saat pertama kalinya saya juga bisa melihat malaikat. Mereka menempatkan saya di kamar tertutup. Di dalam ruangan itu tidak ada satu barang pun yang bisa hancur di saat saya ingin melemparkannya. Angela menatap erat dan berkat:”Kamu bisa memberikan jiwamu kepada Yesus Kristus atau kepada iblis yang dapat membawa langsung dirimu ke nereka. Kamu harus memilihnya sekarang.” Saya mulai berteriak keras tanpa control.
Saat itu, sangat mustahil bagi saya untuk bisa melakukannya sendirian! Ia mulai berdoa bersama saya, kami mengucapkan doa pengakuan dosa. Saya tidak sadar telah mengucapkan:”Dalam nama Yesus.” Kemudian, saya jatuh tertidur tetap, dan benar-benar tanpa bermimpi. Ketika terbangun, saya merasa bhawa 90% dari tubuh ini tidak berada di situ. Identitas saya ada di stand an ia telah pergi sekarang. Angela dan beberapa orang lainnya berdoa agar saya dipenuhi Roh Kudus. Saya mulai tertawa, bernyanyi dan berbicara dengan bahasa asing. Tiba-tiba saya mendengar suara burung yang sangat indah. Saya mulai menangis karena sebelumnya tak pernah mendengar seekor burung bernyanyi.
Sejak hari itu, Rebekah bersaksi setiap harinya tentang pekerjaan Yesus dalam kehidupannya:”Sulit bagi saya membicarakan masa lalu saya. Beberapa orang mengira saya gila dan mereka heran mengapa saya tidak mau melaporkan praktek gereja setan tersebut ke polisi. Saya tidak memberitahu pihak berwenang karena kita tidak akan dapat membuktikan pembunuhan yang dilakukan para pengikut setan. Mereka sangat berhati-hati saat beraktivitas. Bayi-bayi yang dikorbankan bahkan kerap tidak terdaftar karena lahir di dalam komunitas gereja setan. Sendiri. Lebih lagi, ada pengikut setan yang bekerja di kepolisian. Jika tidak ada orang yang mengerti tentang paradigm kisah seperti ini, akhirnya mereka akan mengunci saya di ruangan rumah sakit jiwa. Tetapi saya akan terus bersaksi. Bagi saya penting untuk mengingatkan orang banyak agar mereka melawan bahaya ini dan guna membebaskan mereka dari kegelapan!”
Catatan: Lewat cara yang special, Tuhan mempertemukan Rebekah dengan Matheus van der Steen misionaris dan pelayan Tuhan dari Belanda, yang memiliki hati dan fokus pelayanannya kepada orang-orang miskin, telantar, anak yatim piatu dan janda-janda dengan lembaga pelayanannya yang Tuhan taruh di dalam hatinya bernama TRIN = Touch, Reach & Impact the Nations. Pada tanggal 21 Mei 2005 mereka menikah.




Semoga tulisan di atas bermanfaat

Sukses Selalu
Bersedia Belajar

JANGAN DILEWATKAN JUGA postingan berikut ini (untuk membukanya klik judul postingannya):
Dibebaskan dari Kutuk (1)

Dibebaskan dari Kutuk (2) (mohon maaf postingan ini masih dalam penulisan)

Berkat atau Kutuk

Living in Gods Abudance




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Terima Kasih Telah Memberikan Waktu dan Komentarnya. Sudi kiranya berkomentar lagi di posting saya berikutnya” – Salam > Bersediabelajar.

Daftar isi

Daftar Isi